Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Babak Baru Kasus Pelecehan Agus Buntung, Polda NTB Bakal Gelar Rekonstruksi TKP

Kasus pelecehan yang dilakukan oleh IWAS alias Agus Buntung (21) di Mataram masuk ke babak baru. Polda NTB bakal menggelar rekonstruksi TKP.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Babak Baru Kasus Pelecehan Agus Buntung, Polda NTB Bakal Gelar Rekonstruksi TKP
Tangkapan layar
Kasus pelecehan yang dilakukan oleh IWAS alias Agus Buntung (21) di Mataram masuk ke babak baru. Polda NTB bakal menggelar rekonstruksi TKP. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pelecehan yang dilakukan oleh IWAS alias Agus Buntung (21) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk ke babak baru.

Polda NTB bakal menggelar rekonstruksi tempat kejadian perkara (TKP).

Demikian yang disampaikan Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat.

Ia menuturkan, pihak Polda NTB sudah berkoordinasi dengan kejaksaan terkait rekonstruksi ini.

"Rekonstruksi pertama sudah ada yang versi korban kita akan lakukan rekonstruksi versi tersangka di TKP. Itu permintaan dari kejaksaan, itu hasil koordinasi kita dengan jaksa," dikutip dari Kompas.com.

Rencananya, rekonstruksi bakal digelar Polda NTB pada Rabu (11/12/2024) mendatang.

"Jadi akan kita laksanakan di TKP hari Rabu, ini versi tersangka. Kalau versi korban sudah kita lakukan," kata Syarif.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD), Joko Jumadi menuturkan pihaknya bakal mendampingi AG.

"KDD akan ikut juga (dampingi tersangka disabilitas)," kata Joko.

Joko mengatakan, rekonstruksi bakal digelar di sejumlah tempat, termasuk di taman dan homestay.

Sebelumnya, Kombes Syarif menuturkan pihaknya mempunyai fakta baru terkait kasus ini.

Baca juga: Beredar Video Percakapan Agus Buntung Diduga saat Rayu Korban: Saya Tidak Sama seperti Cowok Lain

Ia menuturkan, korban sempat merekam pelaku.

"Korban sempat merekam pelaku yang mendekati korban, jadi di handphone itu berbentuk video, tetapi karena diletakkan di bawah tidak nampak gambarnya. Yang nampak hanya suara, tetapi itu mode video," kata Syarief, dikutip dari TribunLombok.com.

Rekaman tersebut juga sudah diuji forensik digital sebagai bukti bahwa memang ada interaksi antara tersangka dengan korban.

Tersangka juga mengeluarkan kalimat-kalimat manipulatif untuk memanfaat kelemahan korban.

Korban 15 Orang

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas