Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Biadabnya 4 Bocah SD di Rembang Bully dan Cabuli Teman Sekelas, Korban Kini Mengurung Diri

Korban bullying dan pencabulan sesama rekannya di Rembang kini kerap mengurung diri. Bahkan, dia masih enggan untuk kembali bersekolah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Biadabnya 4 Bocah SD di Rembang Bully dan Cabuli Teman Sekelas, Korban Kini Mengurung Diri
The Week
Korban bullying dan pencabulan sesama rekannya di Rembang kini kerap mengurung diri. Bahkan, dia masih enggan untuk kembali bersekolah. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang siswi kelas 6 SD di salah satu sekolah di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang berinisial J (12) menjadi korban perundungan atau bullying dan dicabuli oleh sesama siswa di sekolahnya.

Dikutip dari Tribun Jateng, pelaku disebut berjumlah empat orang.

Adapun tiga orang merupakan siswa kelas 6 SD dan satu siswa kelas 5 SD.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Desa Sendangcoyo, Darto. Dia menyebut kejadian tersebut terjadi saat jam sekolah tengah berlangsung.

Dia mengungkapkan peristiwa miris itu terjadi pada Jumat (13/12/2024).

"Itu benar terjadi, dari informasi yang saya terima dari orangtua korban. Kejadian tersebut pada Jumat (13/12/2024), namun sang anak baru bisa bercerita pada Sabtu (14/12/2024) malam," katanya.

Setelah itu, Darto menyarankan kepada orang tua J untuk melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantas, orang tua korban baru melaporkannya ke kepolisian pada Minggu (15/12/2024).

"Kasus ini sudah dalam penanganan Polres Rembang, kelanjutannya seperti apa tinggal pantau. Saya berharap kepada seluruh orangtua siswa untuk memperhatikan anaknya," tegasnya. 

Baca juga: Awal Mula Ibu di Bekasi Videokan Aksi Cabul ke Anak, Penasaran dengan Unggahan Icha Shalika

Kronologi: Korban Dibenturkan ke Tembok, Kemaluan Disodok Pakai Kayu

Ibu korban, L (40) menyebut dirinya tahu kejadian tersebut ketika sang anak bercerita kepadanya.

Bahkan, kata L, korban sambil menangis saat menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut.

L mengungkapkan awal mula tahu peristiwa itu saat menjemput korban pulang sekolah.

Mulanya, dia merasa aneh ketika dipeluk oleh seorang guru saat tiba di sekolah anaknya.

"Saya tidak biasanya dipeluk sama guru di sana waktu jemput anak saya. Terus anak saya nangis, kemudian waktu di rumah dia masuk ke kamar," cerita L.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas