Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Syahruna, Operator Mesin Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar, Dijanjikan Tanah dan Rumah

Kasus pembuatan uang palsu di UIN Alauddin Makassar terbongkar. Syahruna, operator mesin pencetak uang menjelaskan 19 tahanan sebelum uang diededarkan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
zoom-in Pengakuan Syahruna, Operator Mesin Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar, Dijanjikan Tanah dan Rumah
Kolase Tribunnews.com
(Kiri) Penampakan uang palsu yang diproduksi di UIN Makassar dan (Kanan) Syahruna, seorang tersangka kasus pabrik uang palsu di UIN Makassar membongkar tahapan produksi uang palsu. 

Menurut Syahruna, Andi Ibrahim meminta para tersangka bekerja sesuai jam yang telah ditentukan karena ada satpam yang rutin berkeliling kampus.

Syahruna mengaku terjerumus dalam kasus ini karena permintaan bosnya sendiri, Annar Salahuddin Sampetoding.

Ia tergiur iming-iming yang ditawarkan Annar sehingga membantu mencarikan mesin pencetak uang hingga mempelajarinya secara otodidak.

"Dijanjikan juga dibelikan tanah dan rumah," tukasnya.

Baca juga: Andi Ibrahim Sempat Ingin Maju di Pilkada Barru, Andalkan Uang Palsu yang Diproduksinya

Andi Ibrahim Masukkan Mesin ke Kampus

Eks Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Andi Ibrahim, bukan tersangka utama dalam kasus pencetakan uang palsu.

Andi Ibrahim memasukkan mesin pencetak uang palsu ke dalam perpustakaan kampus atas permintaan Annar Salahuddin Sampetoding.

Kapolres Gowa, AKBP Rheonald Simanjuntak, mengatakan Annar Salahuddin mengiming-imingi Andi Ibrahim dengan keuntungan besar jika pencetakan uang palsu berjalan lancar.

Rekomendasi Untuk Anda

Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 16 orang lainnya.

"Stasusnya (Annar Salahuddin Sampetoding) sudah tersangka," ucapnya, Sabtu (28/12/2024).

Peran Annar Salahuddin sangat signifikan dalam kasus ini, yakni pemberi ide, investor pembelian mesin cetak, hingga pemberi perintah pembuatan uang palsu.

Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan Annar Sampetodin dan Andi Ibrahim sudah dua tahun bekerja sama mencetak uang palsu.

"Kita sampaikan kepada seluruh masyarakat, uang itu sudah dicetak sejak 2022 sekarang sudah mau 2025," terangnya.

Baca juga: Bank Indonesia: Uang Palsu UIN Alauddin Dicetak Gunakan Printer Biasa

Menurutnya, uang palsu tersebut mirip uang asli buatan Bank Indonesia.

"Memang hampir sempurna kemarin waktu press rilis pakai sinar ultraviolet itu ada tanda air, kalau masyarakat awam mungkin mengira wah ini uang beneran, padahal itu uang palsu," imbuhnya.

Awalnya, produksi uang palsu dilakukan di rumah Annar Salahuddin yang terletak di Makassar.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas