Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka Utama Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar

Annar Salahudin jadi tersangka utama kasus uang palsu di UIN Alaudin, Makassar. Ia berperan sebagai investor untuk membeli mesin dan bahan baku.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
zoom-in Sosok Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka Utama Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar
Dok Pribadi
Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) pengusaha asal Makassar dan Toraja yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Annar menyerahkan diri ke polisi, Kamis (27/12/2024) malam, terkait kasus uang palsu di UIN Alauddin. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi menangkap tersangka utama kasus peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan bernama Annar Salahuddin Sampetoding.

Pria yang dikenal sebagai pengusaha dan politisi tersebut kini dirawat di RS Bhayangkara Makassar, namun proses penyidikan tetap berjalan.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan Annar Salahuddin Sampetoding yang berasal dari Makassar merupakan investor pembuatan uang palsu sejak 2022.

Tersangka mengalami syok saat ditangkap dan kondisi kesehatannya menurun.

"Tersangka utama sudah kita tahan, sekarang sakit kita pun bantarkan masih ditangani Polres Gowa. Uang palsu ini dicetak sejak tahun 2022 sampai 2024," tandasnya, Senin (30/12/2024).

Awalnya, produksi uang palsu dilakukan di rumah Annar Salahuddin Sampetoding yang terletak di Makassar.

Mesin pencetak uang palsu kemudian dimasukkan ke UIN Alauddin Makassar berkat kerja sama antara Annar Salahuddin dengan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin,  Andi Ibrahim.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi ini mesin dimasukkan ke kampus, alasannya ini kalau ada mahasiswa mau meminjam buku bisa fotocopy, bisa dicetak agar tidak curiga," lanjutnya.

Diketahui, mesin pencetak uang palsu didatangkan langsung dari China seharga Rp600 juta.

Biaya pembelian mesin hingga bahan baku ditanggung oleh Annar Salahuddin.

Dirreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Dedi Supriyadi, menyatakan peran Annar Salahuddin sangat signifikan dalam kasus ini.

Baca juga: Tahan Tangis, Tersangka Uang Palsu Ceritakan saat Termakan Rayuan Andi Ibrahim: Terpaksa Ikut

"Tersangka ASS memiliki peran pemberi ide, kemudian ikut memberikan modal, membeli mesin, dan pemberi perintah untuk mencetak uang palsu," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan sakit yang dialami Annar Salahudin tidak menghalangi proses penyidikan.

"Proses hukum tetap berjalan. Ada sedikit penundaan, tapi tidak menghambat penyidikan," tegasnya, Sabtu (28/12/2024). 

Annar berulang kali mangkir dari panggilan polisi dan baru memenuhi panggilan pada Kamis (26/12/2024). 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas