Uang Palsu UIN Alauddin Ada Tanda Airnya, Kapolda Sulsel: Hampir Sempurna, Sulit Dideteksi
Polda Sulsel menyebut produk uang palsu UIN Alauddin nyaris sempurna, saat dicek menggunakan sinar ultraviolet ada tanda air.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Nuryanti
Sehingga, tidak terdapat pemalsuan menggunakan teknik cetak offset sebagaimana berita yang beredar.
"Hal tersebut sejalan dengan barang bukti mesin cetak temuan Polri yang merupakan mesin percetakan umum biasa."
"Tidak tergolong ke dalam mesin pencetakan uang," kata Marliso, dalam rilisnya, dikutip dari Tribun-Timur, Selasa.
Adapun ciri-ciri uang palsu UIN Alauddin yakni tidak ada unsur pengamanan uang yang berhasil dipalsukan antara lain benang pengaman, watermark, electrotype, dan gambar UV hanya dicetak biasa menggunakan sablon.
Selain itu, kertas yang digunakan merupakan kertas biasa.
"Uang palsu yang ditemukan berpendar di bawah lampu U berkualitas sangat rendah pendaran yang berbeda baik dari segi lokasi, warna, dan bentuk dengan uang rupiah asli," jelasnya.
Dalam kasus uang palsu UIN Alauddin ini, pihak kepolisian telah menangkap dan menetapkan 19 orang sebagai tersangka.
Polisi juga telah mengamankan otak sindikat uang palsu UIN Alauddin Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding atau ASS.
Sindikat percetakan uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin ini telah mencetak uang palsu sejak 2022.
Mereka hanya mencetak pecahan uang palsu Rp100 ribu.
Menurut pengakuan pelaku, biaya produksi untuk mencetak uang palsu tersebut mencapai Rp56 ribu per lembar.
Pemilihan pecahan Rp100 ribu didasarkan pada nilai modal yang lebih besar dibandingkan dengan pecahan yang lebih kecil, sehingga dianggap lebih menguntungkan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ciri-Ciri Uang Palsu Produksi UIN Alauddin
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana/Endra Kurniawan, Kompas.com/Reza Rifaldi, Tribun-Timur.com)
Baca tanpa iklan