Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ekshumasi Darso, Warga Semarang yang Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Ini Sampel Organ yang Diambil

Polda Jawa Tengah (Jateng) melakukan ekshumasi atau membongkar makam Darso (43) pada Senin (13/1/2025) pada pukul 10.00-12.05 WIB.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Ekshumasi Darso, Warga Semarang yang Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Ini Sampel Organ yang Diambil
Kolase Tribunnews.com
(Kanan) Foto Darso semasa masih hidup dan (Kanan) Poniyem berziarah ke makam Darso suaminya yang diduga menjadi korban penganiayaan polisi, Kota Semarang, Sabtu (11/1/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Polda Jawa Tengah (Jateng) melakukan ekshumasi atau membongkar makam Darso (43) pada Senin (13/1/2025) pada pukul 10.00-12.05 WIB.

Darso merupakan warga Mijen, Kota Semarang, yang tewas diduga setelah dianiaya anggota Satlantas Polresta Yogyakarta.

Setelah proses pembongkaran makam, petugas gabungan dari tim forensik membawa dua boks kontainer.

Dilansir Tribun Banyumas, proses ini disaksikan langsung oleh istri Darso, Poniyem (42). 

Selama makam Darso dibongkar, Poniyem mengaku tertekan. Apalagi, keluarga sempat keberatan makam Darso dibongkar.

"Namun, demi kebenaran, kami rela makam suami dibongkar. Biar tidak simpang siur dan hasilnya nyata," kata Poniyem setelah proses ekshumasi di TPU Sekrakal, Gilisari, Purwosari, Mijen, Kota Semarang, Senin.

Ia berharap, hasil ekshumasi ini bisa menguatkan keterangannya soal adanya dugaan penganiayaan yang dialami Darso sebelum meninggal.

Rekomendasi Untuk Anda

Poniyem bersaksi dirinya melihat langsung luka lebam di bagian kepala suaminya.

Kondisi tersebut juga dikuatkan pernyataan Darso saat dirawat di rumah sakit.

"Suami dijemput mereka (terlapor) dalam kondisi sehat. Tidak sakit apa pun. Tiba-tiba dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Adapun Darso memiliki riwayat sakit jantung yang aman jantungnya sudah dipasang lima ring.

Baca juga: Ekshumasi Darso: Mengungkap Misteri Kasus Pria yang Tewas usai Dijemput Polisi Jogja

Sakit tersebut telah dideritanya selama lebih dari enam bulan. Dalam kesehariannya, Darso tidak bisa melakukan aktivitas berat.

"Suami saya mungkin kaget dijemput, takut atau tertekan jadi jiwanya terguncang, ditambah mendapatkan perlakuan tersebut," ujarnya.

Organ Vital yang Dibawa

Kuasa hukum keluarga Darso, Antoni Yudha Timor, yang melihat langsung proses ekshumasi mengatakan, ada beberapa bagian vital yang dibawa oleh polisi.

"Sampel yang dibawa bagian seputar dada, kepala, dan organ vital lain," ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas