Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Relawan Ungkap Kondisi Medan Pencarian Korban Longsor di Pekalongan

Para relawan masih terus mencari korban hilang dalam insiden banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pekalongan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Relawan Ungkap Kondisi Medan Pencarian Korban Longsor di Pekalongan
Tribunjateng/Dina Indriani
Pencarian dan evakuasi korban longsor di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNNEWS.COM - Para relawan masih terus mencari korban hilang dalam insiden banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025).

Saat ini, sudah ditemukan sebanyak 20 korban meninggal dunia.

Pada Selasa (21/1/2025), ditemukan 17 jenazah, sedangkan sampai Rabu siang ditemukan tiga jenazah.

Seorang relawan dari Muhammadiyah Banjarnegara, Jaka Prasetyo, menceritakan kondisi medan yang dilalui para relawan untuk mencari korban hilang.

Jaka menyebut, ada sebanyak 200 lebih relawan ikut membantu pencarian. Mereka terdiri dari TNI, Polri, relawan, dan unsur masyarakat lainnya.

Pencarian dilakukan para relawan sejak pagi hari pukul 07.00 WIB.

"Kondisi saat ini di lokasi, tim gabungan melakukan kegiatan pencarian korban yang masih tertimbun reruntuhan material longsor," ujarnya, Rabu, dilansir Tribun Jateng.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia membeberkan kesulitan yang dihadapi relawan, yaitu medan jalan. Mulai dari persimpangan kecamatan sampai titik lokasi harus berjalan kaki sekitar 5 kilometer. 

Kemudian, setelah sampai di titik atas harus melalui jalan setapak untuk turun.

Akses jalan di tempat kejadian perkara (TKP) terkendala longsoran kecil atau tertimbun reruntuhan material longsor.

Kesulitan lain yang dialami adalah cuaca gerimis pada pagi hari dan sore hari berkabut.

Baca juga: Detik-detik Mencekam saat Korban Longsor di Pekalongan Ditemukan, Mayat-mayat Kaku Penuh Lumpur

"Sekiranya cuaca bagus, pencarian kami lanjutkan sampai malam. Tetapi jika buruk, hanya sampai sore hari," terangnya.

Menurutnya, jumlah relawan dari Muhammadiyah Banjarnegara sebanyak 10 personel.

Relawan tersebut terdiri dari empat orang di bagian admin dan enam orang lainnya ikut dalam pencarian. 

Jaka menuturkan, ia dan rekan-rekannya bergabung bersama dengan relawan lain untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas