Muhammadiyah Blora Berikan Beasiswa Pendidikan ke Anak Korban Tragedi Proyek RS PKU
Anak dari empat korban tewas akan diberikan beasiswa pendidikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PMD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah bakal berikan beasiswa ke seluruh anak korban meninggal dunia atas kecelakaan kerja proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora.
Diketahui, ada empat orang pekerja yang tewas dalam kecelakaan kerja yang terjadi pada Sabtu (8/2/2025) lalu.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Blora, Syaifuddin mengatakan, beasiswa terhadap anak-anak empat korban tewas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Muhammadiyah Blora.
"Insya Allah kaitannya dengan keluarga korban, yang masih punya tanggungan anak usia sekolah, insya Allah kami dari pihak Muhammadiyah, akan membantu beasiswa sekolah anak-anak beliau yang korban jiwa itu. Insyaallah kami sudah siap," katanya, kepada TribunJateng.com, Selasa (11/2/2025).
Beasiswa tersebut bakal diberikan sampai tingkat pendidikan yang diinginkan oleh anak dan keluarga korban.
"Nanti kita usahakan, mereka (anak korban) mau sampai di mana (jenjang tingkat pendidikan) insyaallah kami akan membantunya," paparnya.
Diketahui, ada empat orang yang tewas dalam kecelakaan kerja proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora.
Korban bersama sembilan orang lainnya terjatuh dari lift crane proyek.
Keempat korban meninggal dunia, di antaranya Sono, warga Desa Ngampon RT 002/002 Kecamatan Jepon.
Ahmad Zaenudin, warga Dukuh Lubang Desa Puledagel RT 005/002 Kecamatan Jepon.
Kemudian Tri Wiji dari Desa Bacem RT 003/001 Kecamatan Jepon.
Baca juga: Bak Pertanda, Anak Korban Tewas Insiden Lift Jatuh di RS PKU Muhammadiyah Blora Mimpi Gigi Lepas
Djami dari Dukuh Tegalgiling RT 003/001 Desa Temurejo, Kecamatan Blora.
Polda Jateng Bantu Investigasi
Tim Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng pun turun tangan membantu Polres Blora untuk selidiki penyebab kecelakaan proyek ini.
Demikian yang disampaikan oleh Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto.
"Iya mas (Dibantu Tim Labfor Polda Jateng), masih proses penyelidikan," katanya, saat dikonfirmasi TribunJateng.com, Senin (10/2/2025).
Baca tanpa iklan