Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tim Falakiyah Kemenag Aceh: Posisi Hilal di Aceh 4,67 Derajat

Hilal penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah terpantau di Aceh. Posisi hilal sudah berada 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Tim Falakiyah Kemenag Aceh: Posisi Hilal di Aceh 4,67 Derajat
Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha
PEMANTAUAN HILAL Hilal penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah terpantau di Aceh pada Jumat (28/2/2025). Seperti dilansir dari Serambinews.com, posisi hilal sudah berada 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat secara geosentris. 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Hilal penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah terpantau di Aceh pada Jumat (28/2/2025).

Seperti dilansir dari Serambinews.com, posisi hilal sudah berada 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat secara geosentris.

Tim Falakiyah Kementerian Agama Aceh memastikan pemantauan dilakukan dengan sejumlah alat meskipun kondisi cuaca sempat mendung.

Baca juga: Hilal Awal Ramadan 1446 Hijriah Tidak Terlihat di Masjid Basmol Jakarta Barat, Terkendala Cuaca

Jika hilal sudah berada di ketinggian empat derajat maka 1 Ramadhan kemungkinan besar jatuh di esok hari.

Pasalnya, untuk menentukan 1 Ramadhan maka ketinggian hilal minimal harus mencapai tiga derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.

Untuk memantau, Tim Falakiyah Kementerian Agama Aceh mengerahkan tujuh alat pemantauan, namun baru empat yang terpasang.

Meskipun langit tertutup awan, dia optimistis hilal tetap bisa terlihat jika ada celah di antara mendung.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu diungkap Tim Falakiyah Kementerian Agama Aceh, Alfirdaus Putra.

"Saat ini kami sedang melakukan tracking, walaupun mendung, kalau nanti ada sedikit celah, hilal tetap akan terlihat," ujarnya di lokasi pemantauan pada Jumat (28/2/2025).

Berdasarkan data di markas Lhoknga, posisi hilal sudah berada 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat secara geosentris.

Di seluruh wilayah Indonesia, ketinggian hilal telah melebihi 3 derajat, tetapi syarat elongasi geosentris minimal 6,4 derajat hanya terpenuhi di Aceh, khususnya Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

Baca juga: Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta Belum Lihat Hilal karena Faktor Cuaca Mendung

“Merujuk kepada data di atas, sebagian wilayah Aceh sudah memenuhi kriteria Imkanur Rukyat MABIMS dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat," jelas Alfirdaus.

Ia menambahkan bahwa jika hasil rukyatul hilal juga membenarkan keberadaan hilal, maka kemungkinan besar awal Ramadhan akan jatuh pada 1 Maret 2025.

Namun, bagi pihak yang menggunakan metode rukyatul hilal murni, kepastian masih menunggu hasil pengamatan langsung.

"Keputusan sidang isbat tergantung pada hasil musyawarah anggota sidang isbat Kemenag terhadap kondisi imkan rukyat yang sudah terpenuhi di sebagian wilayah Indonesia dan hasil laporan rukyatul hilal hari ini," imbuhnya.

Baca juga: Hilal 1 Ramadan Tak Terlihat di Jakarta Barat, Posisinya Tertutup Awan Sejak Pukul 17.00 WIB

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas