Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Irjen Daniel, Kapolda NTT yang Tak Tahu Kasus Kapolres Ngada Ditangkap Mabes Polri

Profil Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang tak tahu kasus penangkapan Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Profil Irjen Daniel, Kapolda NTT yang Tak Tahu Kasus Kapolres Ngada Ditangkap Mabes Polri
Pos-Kupang.Com/Irfan Hoi
KASUS KAPOLRES NGADA - Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memberi penjelasan tentang pengamanan Kapolres Ngada oleh Divisi Propam Mabes Polri di gedung DPRD NTT, Senin (3/3/2025). Ia mengaku tidak mengetahui kasus yang menjerat AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja. 

TRIBUNNEWS.COM - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui detail mengenai penangkapan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.

Penangkapan Fajar dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri pada Kamis (20/2/2025) lalu.

"Saya tidak mengerti, tapi itu Mabes Polri yang mengamankan. Nanti biar Mabes Polri yang tahu kasusnya, saya juga tidak tahu," ujar Daniel Silitonga saat ditemui di Polda NTT, Senin (3/3/2025).

Ia mengaku tak mengetahui duduk perkara pengamanan terhadap Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.

Mabes Polri hanya menyampaikan tembusan ke dirinya bahwa telah mengamankan seseorang anggota Kepolisian. 

"Saya hanya diberi tembusan dengan nama ini, ini. Penjelasan berikutnya nanti dari Mabes Polri," kata Daniel Silitonga. 

Sebagaimana diketahui, AKBP Fajar ditangkap Divisi Propam Mabes Polri mengenai kasus narkoba dan dugaan tindak asusila.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantas, berikut profil Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang dirangkum Tribunnews.com.

Profil Daniel Tahi Monang Silitonga

Dilansir Pos Kupang, Daniel lahir pada 8 Oktober 1968 di Tapanuli Selatan.

Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990.

Daniel lantas melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri (SESPIM).

Baca juga: Ketika Kapolda NTT Tak Tahu Ada Kapolres yang Diamankan karena Narkoba dan Tindak Asusila

Pada tahun 2014, dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Sespim Lemdiklat Polri (SESPIMTI).

Riwayat Jabatan

Daniel pernah menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pada Juni 2022, dirinya ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas