Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggul Jebol, Grobogan Diterjang Banjir Minggu Pagi, Ratusan Rumah Terdampak

Inilah kabar terbaru soal banjir yang terjadi di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 600 rumah terdampak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tanggul Jebol, Grobogan Diterjang Banjir Minggu Pagi, Ratusan Rumah Terdampak
TRIBUNJATENG.COM/FACHRI SAKTI NUGROHO
BANJIR BATURAGUNG GROBOGAN - Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, kembali dilanda banjir pada Minggu (9/3/2025) pagi. Banjir terjadi sekitar pukul 06.30 WIB setelah tanggul yang belum selesai diperbaiki jebol akibat tingginya debit air Sungai Tuntang. 

TRIBUNNEWS.COM - Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Grobogan, Jawa Tengah kembali diterjang banjir setelah tanggul Sungai Tuntang jebol, Minggu (9/3/2025).

Desa Baturagung ini sudah empat kali kebanjiran sejak akhir Januari 2023 lalu.

Debit air yang tinggi di Sungai Tuntang membuat tanggul jebol.

Mengutip TribunJateng.com, warga bahkan sudah mengungsi sejak Sabtu (8/3/2025) malam.

Lalu pada Minggu pagi, tanggul jebol dan air menggenangi Desa Baturagung.

Ketua BPD Desa Baturagung, Sudarmanto mengatakan, banjir ini bermula dari luapan kecil.

Dari luapan kecil tersebut tiba-tiba membesar dan mengakibatkan longsor dan jebolnya tanggul.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pagi sekitar jam 06.00 WIB terjadi luberan kecil semakin membesar kemudian terjadi longsor dan jebol di tanggul," ujarnya.

Ia menuturkan, tanggul yang jebol berada di satu titik.

"Jebol satu titik yaitu di tanggul kritis yang terkikis banjir sebelumnya yang sampai saat ini belum diperbaiki," imbuhnya.

Sudarmanto menyebut bahwa ia sudah lama khawatir dengan kondisi tanggul yang tinggal seperempat bagian.

Baca juga: 500 Rumah di Grobogan Terendam Banjir Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Namun, perbaikan tak kunjung selesai hingga akhir jebol dan Desa Baturagung kembali dilanda banjir.

"Kami juga heran kenapa perbaikan terkesan lambat sudah satu setengah bulan perbaikan belum usai dan yang dikhawatirkan terjadi tanggul jebol lagi," ungkapnya.

Kali ini, banjir merendam hingga 600 rumah.

"Ini sudah keempat kalinya kami mengalami banjir sejak Januari 2025, tetapi penanganannya masih lambat. Kami benar-benar khawatir," tambah Sudarmanto.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas