Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diduga Kecewa Tidak Diizinkan Bekerja di Luar Negeri, Pemuda di NTT Gantung Diri

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya memperhatikan kesehatan mental, terutama di kalangan pemuda

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Diduga Kecewa Tidak Diizinkan Bekerja di Luar Negeri, Pemuda di NTT Gantung Diri
net
ILUSTRASI MAYAT - Sebuah kisah pilu datang dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pemuda berinisial YAM (20) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di daerah Manelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Rabu (12/3/2025) 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG – Sebuah kisah pilu datang dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seorang pemuda berinisial YAM (20) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di daerah Manelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Rabu (12/3/2025). 

Diduga, aksi nekat ini dilakukan karena kecewa setelah keinginannya untuk bekerja di luar negeri tidak mendapatkan izin dari keluarganya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, YAM sempat meminta izin kepada keluarganya untuk bekerja di luar negeri namun permintaannya itu ditolak.

Merasa kecewa dan tertekan, YAM kemudian meminta izin untuk mencari kayu bakar pada Rabu siang.

“Ia bilang mau cari kayu bakar, tapi sampai malam tidak pulang. Keluarga sempat khawatir dan berencana mencarinya keesokan harinya,” ungkap seorang sumber dekat keluarga.

Namun, nasib berkata lain.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pasutri di Bekasi: Suami Gantung Diri, Istri Ditemukan Tewas di Atas Kasur

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum keluarga sempat mencari, ibu YAM justru menemukan anaknya dalam kondisi tak bernyawa.

Saat itu, sang ibu sedang bersiap untuk mencari kayu bakar pada pukul 05.30 WITA.

“Ibu korban yang hendak mencari kayu bakar pagi itu menemukan korban dalam posisi tergantung,” kata Kapolres TTS, AKBP Sigit Harimbawan, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim, IPTU Joel Ndolu, S.H.

Tim kepolisian dan tenaga medis segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Dari hasil visum yang dilakukan, korban diduga telah meninggal sejak dini hari. 

Beberapa ciri-ciri kematian akibat gantung diri terlihat jelas, salah satunya adalah adanya bekas huruf “V” pada leher korban.

“Bekas huruf ‘V’ pada leher menunjukkan bahwa kematian korban murni karena gantung diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tindak kriminal lainnya,” jelas IPTU Joel Ndolu.

Keluarga Menolak Autopsi dan Proses Hukum

Meski kejadian ini mengejutkan banyak pihak, keluarga korban memilih untuk menerima kenyataan dengan lapang dada. 

Mereka menolak untuk melakukan autopsi lebih lanjut dan meminta agar tidak ada proses hukum yang dilakukan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas