Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Respons Dedi Mulyadi dan Andra Soni terhadap Kebijakan Study Tour Mendikdasmen

Kebijakan study tour menuai tanggapan keras dari beberapa pihak, terutama dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Banten Andra Soni.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Respons Dedi Mulyadi dan Andra Soni terhadap Kebijakan Study Tour Mendikdasmen
Johnny Africa /Unsplash
TEMPAT WISATA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeluarkan pernyataan yang mengizinkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan study tour selama masa liburan, asalkan sekolah memeriksa kelayakan kendaraan bus dan kualitas sopirnya.  Meski begitu, Mu'ti juga mengingatkan agar kegiatan ini harus direncanakan dengan matang agar memberikan manfaat pendidikan bagi siswa, bukan sekadar hiburan semata. 

"Saya lebih memilih agar siswa bisa melakukan study tour di dalam provinsi Banten, yang memiliki banyak potensi industri dan wisata edukatif. Jika ingin mengunjungi pabrik atau dunia industri, Banten sudah memiliki banyak pilihan," ujarnya.

Andra mencontohkan, pabrik-pabrik besar di Banten seperti Krakatau Steel dan pabrik baja lainnya bisa menjadi tempat yang sangat mendidik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Andra juga menekankan bahwa lebih baik bagi siswa luar daerah untuk datang ke Banten untuk mengenal potensi wisata dan industri yang ada.

"Malah, orang luar yang harus datang ke sini untuk study tour," tegasnya.

Perbedaan Pandangan dalam Kebijakan Study Tour

Kebijakan Mendikdasmen yang mengizinkan study tour selama masa liburan bertujuan untuk memberikan pengalaman edukatif bagi siswa.

Namun, keputusan ini menuai kritik dari para pemimpin daerah seperti Dedi Mulyadi dan Andra Soni, yang menganggap bahwa study tour lebih banyak berpotensi menjadi beban ekonomi bagi orang tua dan sering kali berfokus pada hiburan ketimbang pendidikan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua gubernur ini menegaskan perlunya perhatian terhadap aspek ekonomi masyarakat serta jaminan keselamatan siswa dalam kegiatan study tour.

Walaupun perbedaan pandangan ini mencuat, kebijakan tersebut tetap menjadi sorotan dalam upaya mencari solusi terbaik bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas