Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Itu Uang Panai? Jadi Sebab Rumah Pria di Jeneponto Dirusak Keluarga Calon Istri

Rumah pria di Jeneponto dirusak keluarga calon istri karena tak mampu membayar uang panai Rp100 juta. Lantas apa itu uang panai?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Apa Itu Uang Panai? Jadi Sebab Rumah Pria di Jeneponto Dirusak Keluarga Calon Istri
Tribun-Timur.com/Muh Agung
RUMAH DIRUSAK - Suasana rumah calon mempelai pria di Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (7/4/2025). Rumah calon mempelai pria itu jadi target amarah lantaran diduga batal membawa uang panai kepada pihak perempuan. 

TRIBUNNEWS.COM - Viral rumah calon pengantin pria dirusak karena tak mampu membayar uang panai Rp100 juta di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pengerusakan itu dilakukan dari pihak keluarga calon mempelai perempuan bernama Putri.

Aksi anarkis itu dilakukan keluarga Putri lantaran calon pengantin pria bernama Miko tidak menepati janji soal uang panai senilai Rp100 juta.

Lantas apa itu uang panai?

Melansir Gramedia, uang panai atau panaik dapat diartikan sebagai wujud dari keseriusan seorang pria ketika ia akan melamar seorang perempuan.

Uang panai juga dapat diartikan sebagai uang belanja.

Sejak dahulu, uang panai berlaku sebagai mahar ketika seorang pria ingin melamar perempuan yang berasal dari suku Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Adat ini, masih berlaku hingga sekarang.

Akan tetapi, karena nominal uang panai cukup besar, seringkali uang panai ini menjadi beban bagi laki-laki untuk melamar seorang perempuan.

Jumlah uang panai yang harus dibayarkan oleh calon mempelai pria pun bervariasi.

Besarannya bergantung pada kelasnya atau sesuai dengan strata dari calon istri.

Baca juga: Sosok Putri, Gadis Jeneponto yang Keluarganya Bakar Rumah Calon Suami karena Gagal Bawa Uang Panai

Strata itu dipatok dari kecantikan, pendidikan, keturunan bangsawan hingga pekerjaan sang perempuan.

Misalnya, ketika seorang perempuan Bugis memiliki pendidikan sarjana, maka harga uang panai yang harus dibayarkan pun akan lebih mahal, dibandingkan perempuan Bugis yang memiliki pendidikan SMA.

Semakin tinggi pendidikan dari calon istri, maka uang panai yang harus dibayarkan semakin tinggi.

Apabila perempuan Bugis lulusan SMA akan menikah, maka uang panai yang harus dibayarkan adalah Rp50 juta.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas