Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dokter Residen Anestesi yang Rudapaksa Keluarga Pasien Sudah Ditahan di Polda Jabar

Inilah kabar terbaru soal kasus dokter residen PPDS Anestesi FK Unpad yang jadi pelaku rudapaksa terhadap seorang anggota keluarga pasien RSHS Bandung

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dokter Residen Anestesi yang Rudapaksa Keluarga Pasien Sudah Ditahan di Polda Jabar
Tribun Jabar/Theofilus Richard
KELUARGA PASIEN DIRUDAPAKSA - Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (21/12/2017). Inilah kabar terbaru soal kasus dokter residen PPDS Anestesi FK Unpad yang jadi pelaku rudapaksa terhadap seorang anggota keluarga pasien RSHS Bandung 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang dokter residen anestesi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) diduga merudapaksa keluarga pasiennya di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat.

Kasus ini viral di media sosial beberapa waktu ini.

Ternyata, pelaku bernama Priguna Anugerah (31) tersebut sudah ditahan sejak 23 Maret 2025.

Kasus dugaan rudapaksa ini pun telah ditangani oleh Polda Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.

“Iya kami tangani kasusnya. Pelaku sudah ditahan sejak 23 Maret 2025. Pelaku ada satu orang berusia 31 tahun," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Diketahui, ia merudapaksa korban dengan menggunakan obat bius.

Rekomendasi Untuk Anda

Korbannya sendiri merupakan seorang anggota keluarga pasien yang tengah berobat di RSHS Bandung.

Ia memberikan obat bius hingga membuat korban tak sadarkan diri lalu melancarkan aksinya.

Saat korban tersadar, ia merasakan sakit di area kewanitaannya.

Ia kemudian meminta visum ke dokter dan didapati ada cairan sperma yang menempel.

Baca juga: Dokter PPDS Unpad Diduga Rudapaksa Keluarga Pasien RSHS, Dikeluarkan dan Di-blacklist Seumur Hidup

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata mengatakan bahwa kasus ini sudah ditangani kepolisian.

Kepada TribunJabar.id, ia menuturkan bahwa pelaku bukan pegawai dari RSHS.

"Orangnya sudah dikembalikan ke fakultas dan kasusnya sudah ditangani polisi,"

"Mereka ini kan titipan belajar di sini,"

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas