Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Rudapaksa Dokter Residen Unpad Langsung Minta Visum saat Sadar dari Bius, Kemaluan Sakit

Korban rudapaksa dokter residen Unpad langsung minta visum setelah sadar dari pengaruh bius, ia mengeluhkan kemalauannya sakit.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Korban Rudapaksa Dokter Residen Unpad Langsung Minta Visum saat Sadar dari Bius, Kemaluan Sakit
freepik
ILUSTRASI DOKTER - Dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga merudapaksa keluarga pasien. Modusnya pelaku memberikan obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri. Korban langsung minta visum saat sadar dari pengaruh bius, mengeluhkan kemaluannya sakit. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan Maret 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) diduga merudapaksa keluarga pasien.

Kejadian itu berlangsung di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Modusnya, pelaku memberikan obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri.

Kasus ini kemudian viral di media sosial.

Kejadian bermula saat korban menunggu pasien di RS tersebut, dan diarahkan oleh pelaku melakukan prosedur medis.

Pelaku ternyata memberikan obat midazolam hingga korban tak sadarkan diri.

Beberapa jam kemudian, korban pun sadar, namun ia merasakan sakit pada area kemaluannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu juga, korban meminta visum ke dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SPOG). 

Hasilnya, didapati ada bekas sperma yang menempel.

Unpad dan RSHS Bandung telah menerima laporan kasus dugaan rudapaksa tersebut.

Disebutkan, pelecehan seksual yang dialami korban terjadi pada pertengahan Maret 2025 di area rumah sakit.

Baca juga: Dokter PPDS Unpad Diduga Rudapaksa Keluarga Pasien RSHS, Dikeluarkan dan Di-blacklist Seumur Hidup

Unpad dan RSHS mengecam keras kejadian tersebut.

“Unpad dan RSHS berkomitmen untuk mengawal proses ini dengan tegas, adil, dan transparan."

"Serta memastikan tindakan yang diperlukan diambil untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” tulis keterangan itu diterima, Rabu (9/4/2025), dilansir TribunJabar.id.

Unpad dan RSHS juga telah mengambil langkah serius terkait kasus ini.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas