Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Pelecehan Dokter di Malang Diduga 4 Orang, Dokumen Medis dan Chat Jadi Barang Bukti

Polresta Malang mendalami kasus pelecehan seksual dengan terlapor dokter di Persada Hospital berinisial AY. Diduga korban berjumlah empat orang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
zoom-in Korban Pelecehan Dokter di Malang Diduga 4 Orang, Dokumen Medis dan Chat Jadi Barang Bukti
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ILUSTRASI PELECEHAN PASIEN - Dokter di sebuah rumah sakit swasta di Malang diduga lecehkan pasien pada September 2022. Korban yang berasal dari Bandung alami trauma dan baru berani speak up. 

TRIBUNNEWS.COM - Dugaan kasus pelecehan seksual terjadi di Persada Hospital, Kota Malang, Jawa Timur.

Oknum dokter berinisial AY diduga melecehkan pasien wanita asal Bandung, Jawa Barat pada 27 September 2022 lalu.

Korban QAR baru berani melapor setelah kasus serupa terjadi di sebuah klinik di Garut, Jawa Barat.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Iptu Yudi Risdianto, mengatakan laporan korban telah diterima dan masih dalam proses penyelidikan.

"Imbauan kami terhadap masyarakat yang merasa menjadi korban tentang tindak pidana pelecehan segera melapor ke polisi."

"Supaya tidak berlarut-larut permasalahan tersebut," tandasnya, Sabtu (19/4/2025), dikutip dari SuryaMalang.com.

Hingga kini, baru ada satu korban melapor namun ada kemungkinan jumlah korban bertambah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau ada informasi korban lain, Polisi akan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut."

"Kami akan mendalami, apabila memang betul, kami akan terima laporannya," tandasnya.

Unit PPA Polresta Malang memberikan pendampingan ke korban QAR yang mengalami trauma atas tindakan pelaku.

Kuasa hukum QAR, Satria MA Marwan, menyatakan modus yang digunakan pelaku terhadap korban lain sama.

Baca juga: Tegas Tolak Pelecehan Seksual Saat Layani Pasien, POGI Ingatkan 7 Kode Etik Pada Dokter Kandungan

"Dan apabila dihitung dengan klien kami, maka totalnya ada empat korban dengan pelaku dokter yang sama."

"Saya tidak menyebutkan siapa korban lainnya," tuturnya.

Sejumlah bukti dibawa dalam proses pemeriksaan pada Jumat (18/4/2025) seperti dokumen pemeriksaan medis dan pesan pelaku ke korban.

"Kami juga menyerahkan cuplikan layar percakapan pesan pendek dari dokter," imbuhnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas