Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Awal Mula Pria Asal Temanggung Hilang di Gunung Merbabu, Mendaki Sendirian Lewat Jalur Terlarang

Sugeng Parwoto, pendaki asal Temanggung hilang di Gunung Merbabu. Ia melakukan pendakian sejak Jumat (18/4/2025) lewat jalur terlarang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Awal Mula Pria Asal Temanggung Hilang di Gunung Merbabu, Mendaki Sendirian Lewat Jalur Terlarang
TribunSolo.com/Tri Widodo
PENDAKI GUNUNG HILANG - Tim relawan kembali diterjunkan untuk melakukan penyisiran survivor yang hilang di gunung Merbabu, Selasa (22/4/2025). Seorang pendaki yang naik dari jalur terlarang di Boyolali hilang. TribunSolo.com/Tri Widodo 

TRIBUNNEWS.COM - Sugeng Parwoto (50), pendaki di Gunung Merbabu dilaporkan hilang.

Ia mendaki Gunung Merbabu melalui basecamp Timboa, di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sugeng mendaki lewat jalur terlarang atau ilegal di gunung tersebut.

Dia mendaki seorang diri sejak Jumat (18/4/2025).

Awalnya, Sugeng berpamitan kepada istrinya untuk berkemah di Gunung Merbabu via Timboa, Jumat pagi.

Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung itu terakhir berkomunikasi dengan istrinya pada pukul 14.43 WIB.

Kini, keberadaan pria yang bekerja sebagai asisten apoteker dan berstatus sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN), menjadi misteri.

Rekomendasi Untuk Anda

Sugeng diketahui tidak berada di tendanya yang berada di Pos 3 sejak Sabtu (19/4/2024).

Sementara, barang-barangnya masih berada di Pos 3.

Kasubbag TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMB), Nurpana Sulaksono, mengatakan Sugeng melewati jalur terlarang saat melakukan pendakian.

"Jalur ini bukan jalur resmi pendakian di Merbabu, jadi tidak ada izinnya. Iya, ilegal," katanya, dikutip dari TribunSolo.com.

Baca juga: Momen Arus Balik Lebaran, Rombongan Pendaki Asal Tangerang Ini Pilih Naik Gunung Lawu

Kepala Posko Pencarian, Tri Puji Sugiharto, mengatakan sebelum dinyatakan hilang, ada enam orang kelompok pendaki yang memberikan informasi mengenai survivor yang tidak ada di tenda.

Enam pendaki tersebut sebelumnya sempat bersama Sugeng saat berkemah di Sabana Gunung Merbabu.

"Pak Sugeng dari sore masih bersama enam pendaki meski di dalam tendanya masing-masing," ujar Tri Puji, Selasa (22/4/2025).

Namun, pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB, hujan badai terjadi di Puncak Merbabu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas