Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Aura Cinta, Gadis yang Debat Sengit dengan Dedi Mulyadi usai Rumah Digusur, Figuran Sinetron

Gadis bernama Aura Cinta menjadi sorotan. Dirinya berdebat sengit dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Lantas berikut sosoknya.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sosok Aura Cinta, Gadis yang Debat Sengit dengan Dedi Mulyadi usai Rumah Digusur, Figuran Sinetron
Tangkap layar YouTube Dedi Mulyadi / YouTube Akhirnya Datang Juga / YouTube Aura Cinta
SOSOK AURA CINTA - Gadis bernama Aura Cinta menjadi sorotan. Dirinya berdebat sengit dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Lantas berikut sosoknya. 

Aura menyebut, bahwa penggusuran rumahnya tersebut termasuk realisasi dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Aura merasa keberatan rumah orang tuanya digusur.

Namun keberatan Aura Cinta itu langsung disanggah oleh Dedi, pihaknya menyampaikan mendirikan rumah di bantaran sungai itu melanggar aturan.

"Kenapa saya melakukan ini? Kalau saya tidak melakukan ini, banjir parah lagi. Gubernur yang disalahin. Sekarang kan sudah agak lumayan," ucap Dedi, dikutip dari kanal Youtube-nya, Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (27/4/2025).  

Sementara itu Aura Cinta menjelaskan alasannya mengkritik kebijakan Gubernur terkait penghapusan wisuda di sekolah. 

Di sisi lain, remaja itu mengatakan perlu ada kegiatan perpisahan sebagai kenang-kenangan di masa sekolah.

Adanya hal tersebut, Dedi Mulyadi pun menanggapi kritik gadis tersebut, dengan pertemuan langsung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia," ucap Dedi Mulyadi lagi.

Ia menjelaskan, wisuda seharusnya hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Dedi juga menyoroti beban biaya yang ditanggung orang tua.

"Wisuda untuk siapa coba? Yang kuliah, di kita anak TK wisuda biaya gak? (Ada) biaya. Punya rumah enggak yang ikut wisuda TK itu? Enggak. Pake bantaran sungai ya, kan?" ucap Dedi lagi.

Dalam diskusi itu, Dedi menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk kepentingan rakyat Jawa Barat, khususnya orang tua yang tengah mengupayakan pendidikan untuk anak-anaknya.

"Saya tanya, gubernur melakukan itu untuk siapa?" tanyanya kembali.

"Rakyat semua," jawab remaja tersebut.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas