Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Abdul Aziz, Pak RT di Bojonegoro yang Tewas Dibacok saat Salat Subuh

Inilah sosok Abdul Aziz, korban pembacokan di Bojonegoro di mata tetangga. Korban dibcaok oleh pelaku perkara tanah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Abdul Aziz, Pak RT di Bojonegoro yang Tewas Dibacok saat Salat Subuh
Tribunjatim.com/Misbahul Munir
KASUS PEMBACOKAN - Sujito (67), warga Desa/Kecamatan Kedungadem Bojonegoro, si pelaku pembacokan Ketua RT dan istrinya serta jemaah lain ketika salat subuh di musala saat dikeler di Mapolres Bojonegoro. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang lansia bernama Abdul Aziz (63) tewas dibacok saat tengah salat subuh di musala, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/4/2025).

Abdul Aziz yang merupakan ketua RT setempat ini dibacok oleh warga bernama Sujito (67).

Aksi pembacokan pensiunan PNS Pemkab Bojonegoro ini terjadi di Musala Al Manar, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Jenazah pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan ini telah dimakamkan pada Selasa sore.

"Sore sudah selesai lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono.

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Kedungadem, Muhzin menyebut bahwa korban merupakan sosok yang dihormati.

“Beliau orang baik, ramah, dan sangat dihormati. Jadi tokoh lah disini, yang jelas saya bersaksi beliau orang baik,” kenangnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, aksi pembacokan ini juga melukai Cipto Rahayu (60) dan Arik Wijayanti yang merupakan istri Abdul Aziz.

Pelaku nekat membacok korban saat salat diduga karena masalah sengketa tanah dan dendam.

Seorang warga setempat, Suyanto mengatakan, saat kejadian, ia tengah bersiap untuk beribadah.

Namun, tiba-tiba ia mendengar ada suara teriakan histeris dari Musala Al Manar.

Baca juga: Motif Kakek 67 Tahun Bacok Lansia di Bojonegoro, Korban Dibacok saat Salat Subuh di Musala

Saat keluar rumah, ia melihat pelaku, Sujito, sudah keluar musala dengan menenteng parang berlumuran darah.

Sujito, lanjut Suyanto, juga mengejar jamaah lainnya sambil berteriak "mafia tanah".

"Pas selesai membacok Pak Ajiz itu, Mbah Jito (Sujito, pelaku) keluar, sambil ngomong 'mafia tanah' itu, saat saya cek ada tiga orang sudah berdarah, Pak Ajiz dan Istrinya Bu Arik dan Pak Cipto," ujar Suyanto. 

Ia menceritakan, aksi pelaku berhenti setelah diamankan oleh anaknya sendiri.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas