Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kronologi Wartawan Tempo Dibanting Oknum Polisi saat Demo Hari Buruh di Semarang

Wartawan Tempo, Jamal, mengalami kekerasan saat meliput demo Hari Buruh di Semarang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Kronologi Wartawan Tempo Dibanting Oknum Polisi saat Demo Hari Buruh di Semarang
TribunJateng/ Iwan Arifianto
ANIAYA WARTAWAN - Kericuhan antara mahasiswa dengan polisi dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis 1 Mei 2025, petang. Kericuhan hari demo di Semarang, oknum polisi aniaya wartawan. 

TRIBUNNEWS.COM, Semarang – Wartawan Tempo, Jamal Abdun Nasr, mengalami kekerasan dari aparat kepolisian saat meliput aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional di Kota Semarang.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis malam, 1 Mei 2025, dan melibatkan dua kejadian kekerasan yang dialami oleh Jamal.

Pada pukul 17.30 WIB, Jamal mendapatkan intimidasi dan kekerasan ketika meliput aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Gubernur Jawa Tengah.

Dalam kejadian ini, lehernya dipiting dan ia hampir dibanting oleh oknum polisi.

Baca juga: Kata Polisi di Semarang sebelum Banting-Pukul Jurnalis Tempo: Kami Tak Takut Wartawan Tempo!

Kejadian Kedua

Kekerasan kedua terjadi sekitar pukul 20.36 WIB, saat Jamal berada di trotoar bersama jurnalis lainnya di depan kampus Undip Pleburan.

Mereka dituduh melakukan perekaman oleh puluhan polisi berpakaian preman, meskipun mereka hanya meliput situasi.

Jamal menyebut tindakan aparat tersebut sebagai penghalangan tugas jurnalistik.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika Jamal dan rekan-rekannya melawan, aparat merespons dengan tindakan lebih beringas, termasuk melemparkan helm ke arah mereka.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Tengah, Brigjen Latief Usman, berusaha mengamankan Jamal dari polisi yang bertindak beringas.

Namun, Jamal kemudian dikepung oleh lebih dari lima polisi dan mengalami pemukulan di bagian kepala sebanyak tiga kali.

“Ya, saya mendapatkan tiga kali pukulan termasuk ditampar,” jelas Jamal.

Selain Jamal, seorang pimpinan redaksi pers mahasiswa, DS, juga mengalami pemukulan yang mengakibatkan luka robek di wajahnya.

Empat anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) juga dilaporkan mengalami kekerasan serupa.

Baca juga: Amnesty International: Kekerasan Saat Aksi Hari Buruh di Jakarta dan Semarang Bukti Praktik Otoriter

Tanggapan AJI

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang, Aris Mulyawan, mengecam tindakan aparat tersebut.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan pelanggaran serius terhadap kemerdekaan pers.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas