Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keracunan Menu MBG di Bogor Jadi KLB, BPOM: Perlu Diperbaiki Tata Kelola Penyimpanan Bahan 

BPOM RI akan memperbaiki tata kelola penyimpanan bahan dan pembuatan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga distribusinya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Keracunan Menu MBG di Bogor Jadi KLB, BPOM: Perlu Diperbaiki Tata Kelola Penyimpanan Bahan 
Tribunnews.com/ Rina
PELAJARI KASUS - Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar menegaskan, pihaknya bakal mempelajari kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bogor, Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar menegaskan, pihaknya bakal mempelajari kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bogor, Jawa Barat.

Belajar dari kasus keracunan yang disebabkan oleh kontaminasi Salmonella dan Escherichia coli, BPOM RI akan memperbaiki tata kelola penyimpanan bahan dan pembuatan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga distribusinya.

“Kasus itu tetap kami back up. Belajar dari kasus-kasus sebelumnya, ke depan perlu diperbaiki bagaimana dapurnya untuk mengelola makanan maupun cara menyimpan bahan makan,” kata dia di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Baca juga: Cara SMPN 35 Bandung Cegah Keracunan MBG Terulang usai 342 Siswanya Jadi Korban

Taruna menyebut, BPOM berupaya terus mendukung program Presiden Prabowo Subianto ini.

“Kasus keracunan salmonella-nya kami obati. Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan BPOM, dan kami terlibat secara utuh,” ungkap Taruna.

Sebelumnya, Badan POM memiliki tugas mencegah atau mitigasi KLB seperti keracunan.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun tugas BPOM adalah melakukan edukasi kepada SPPG terkait makanan higienis dan aman.

Kemudian, pengawasan terhadap makanan yang disajikan dan penyimpanan bahan makanan agar terhindar dari kontaminasi.

“Petugas BPOM bertugas melakukan pemantauan sejak awal proses agar tidak terjadi kejadian luar biasa berupa keracunan,” kata dia saat ditemui di Puskesmas Cakung Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Diketahui, total sampai saat ini ada 223 anak di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG).

Baca juga: Buntut Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Persingkat Waktu Penyajian dan Minta Segera Dikonsumsi

Korban keracunan ini berasal dari sembilan sekolah, yakni TK Bina Insani 28 orang, SD Bina Insani 13 orang, SMP Bina Insani 96 orang, SMA Bina Insani satu orang, SDN Kukupu 3 delapan orang, SDN Kedung Waringin tujuh orang, SMP Bina Greha delapan orang, SDN Kedung Jaya 1 16 orang, dan SDN Kedung Jaya 2 46 orang.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas