Sosok RN, Pengantin Remaja Viral Nikahi Bocah Lulusan SD, Cari Rongsok Demi Rupiah
Inilah sosok RN remaja pria pengantin viral yang Nikahi bocah lulusan SD di Lombok, NTB. Cari rongsok demi uang.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Terungkap sosok RN, remaja yang menikahi bocah lulusan Sekolah Dasar (SD) YL, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Keduanya disorot usai menjadi pengantin yang berusia di bawah umur, dan viral di sosial media.
Diketahui, RN merupakan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Tengah, namun dilaporkan saat ini dirinya telah putus sekolah.
Dirinya masih berusia 16 tahun.
Sedangkan YL, remaja perempuan baru saja menempuh pendidikan SMP.
Syarifudin, Kepala Dusun (Kadus) Petak Daye I, Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah mengatakan bahwa baik RN maupun YL berasal dari keluarga kurang mampu.
Remaja pria, RN bahkan berasal dari keluarga yang broken home.
"Untuk pengantin laki-laki berasal dari keluarga broken home. Orangtuanya cerai kalau ndak salah saat RN berusia 3 atau 4 tahun. Sehingga ia tinggal bersama neneknya. Dan neneknya ini sudah tua. Secara ekonomi bisa dikatakan sangat kurang," jelas Syarifudin, saat ditemui di Desa Beraim, Lombok Tengah, Sabtu (24/5/2025), mengutip TribunLombok.com.
Syarifudin mengatakan bahwa RN selama ini diasuh oleh sang nenek.
Hal ini lantaran ayah dan ibu RN sudah berpisah dan masing-masing telah memiliki keluarga.
Nenek RN sendiri selama ini merupakan janda lantaran sang suami telah meninggal, sang nenek pun tidak dapat total mencari nafkah.
Baca juga: 5 Populer Regional: Viral Pernikahan Anak di Lombok - Rumah Mewah Kadinkes Purwati Tersangka Korupsi
Syarifudin menyampaikan, RN sehari-hari bekerja serabutan demi bisa mendapatkan rupiah.
Termasuk ia mengikuti pamannya keliling mencari barang bekas.
"Ya namanya kerja serabutan maka penghasilan tergantung banyaknya barang bekas, dan tidak menentu (hasilnya)," jelas Syarifudin.
Diberitakan sebelumnya, remaja RN dan YL melangsungkan pernikahan anak pada Senin 5 Mei 2025, kemudian melanjutkan pesta Nyongkolan secara meriah dan besar-besaran pada Rabu, 21 Mei 2025, dari Desa Beraim ke Desa Sukaraja, di Lombok Tengah.