Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Wanita Penjual Kerupuk yang Tewas Tersambar Kereta Api di Surabaya

Sosok wanit penjual kerupuk berinisial MSK (48) yang tewas tertabrak KA Ambarawa di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (11/6/2025) sore.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sosok Wanita Penjual Kerupuk yang Tewas Tersambar Kereta Api di Surabaya
dok. Kompas
ILUSTRASI JENAZAH - Seorang wanita penjual kerupuk berinisial MSK (48) tewas tertabrak Kereta Api (KA) Ambarawa di rel perlintasan sebidang dua jalur (double track) tanpa palang, kawasan Jalan Buntaran, Manukan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (11/6/2025) sore. Selain berprofesi sebagai penjual kerupuk, korban ternyata juga dikenal sebagai pengamen. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang wanita penjual kerupuk berinisial MSK (48) tewas tertabrak Kereta Api (KA) Ambarawa di rel perlintasan sebidang dua jalur (double track) tanpa palang, kawasan Jalan Buntaran, Manukan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (11/6/2025) sore.

Selain berprofesi sebagai penjual kerupuk, korban ternyata juga dikenal sebagai pengamen.

Hal itu disampaikan oleh saksi mata yang merupakan petugas penjaga swadaya perlintasan KA, Parto (28). 

Ia bercerita, biasanya korban mulai memasak kerupuk dagangannya sejak siang hingga sore hari.

Setelah selesai memasak dan mengemas kerupuk dalam wadah plastik 'rentengan' tersebut, korban akan mengantarkan dagangannya sendirian.

Lalu korban selalu menitipkan dagangan di warung kopi (warkop) atau warung makan di kawasan kelurahan tersebut. 

Parto juga mengungkapkan, pada pagi hingga siang hari, korban menyempatkan diri untuk mengamen di traffic light (TL) atau permukiman Kecamatan Tandes. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Iya (informasinya warga Jateng). Dia merantau di sini, gubuk, kalau gak salah tanahnya gudang gitu, dibuat gubuk kecil. Anaknya ibu ada 4-5 anak, kurang lebih." 

"Semua tinggal di sana. Ada mantunya dan anaknya. Tinggal di sana," ujar penjaga palang yang sudah bekerja swadaya sejak tahun 2018 itu kepada awak media di lokasi, dilansir Tribun Jatim.

Setahu Parto, korban bukan warga asli Kota Surabaya, melainkan asal Blora, Jawa Tengah.

Selama merantau di Surabaya, korban beserta suami dan anak-anaknya tinggal di sebuah bangunan semipermanen. 

Baca juga: Cerita Saksi soal Mobil Ertiga Tertabrak KA Turangga di Surabaya

Lokasinya memanfaatkan area kosong pergudangan di kawasan Jalan Buntaran, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya

Rumahnya tak jauh dari lokasi korban terlibat kecelakaan. Jaraknya sekitar 100 meter. 

Namun berada agak ke dalam sebuah gang berjarak 10-15 meter dari rel perlintasan tersebut. 

"Jarak rumah dengan lokasi kecelakaan, ya 100-an meter.  Ada di pinggir rel, agak ke dalam dikit, sekitar 10-15 meter ke dalam," ujarnya. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas