BPIP Perkuat Ideologi Pancasila di Wilayah Perbatasan Timur Indonesia
Di Entikong, BPIP membangun Perpustakaan Pancasila untuk mendukung literasi ideologi Pancasila di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof K.H. Yudian Wahyudi, melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua Selatan.
Kunjungan ini untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila hingga ke batas terdepan Indonesia.
"Salah satu tugas Asta Cita Presiden Prabowo adalah penguatan ideologi Pancasila. Pesan utama dari Ibu Ketua Dewan Pengarah, Ibu Megawati Soekarnoputri, agar BPIP turun ke lapangan, tidak hanya menerima laporan,” ujar Yudian melalui keterangan tertulis, Senin (16/6/2025).
"Kita harus melihat langsung betapa luas dan beragamnya wajah Indonesia, agar kebijakan yang kami rumuskan benar-benar berangkat dari kenyataan," tambahnya.
Dirinya mengatakan kunjungan ini bagian dari upaya belanja masalah yang alan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan ideologis.
Sebelumnya, BPIP juga telah mengunjungi PLBN Entikong dan PLBN Skouw.
Di Entikong, BPIP membangun Perpustakaan Pancasila untuk mendukung literasi ideologi Pancasila di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sementara di Skouw, Papua, aspirasi masyarakat agar sosialisasi Pancasila dilakukan secara langsung direspons dengan rencana kegiatan lanjutan.
Dalam kunjungan ini, Yudian mengusulkan agar ikon lokal seperti kangguru Papua ditampilkan di PLBN Sota, baik dalam bentuk hewan asli maupun replikanya.
"Ini penting sebagai pengingat bahwa Indonesia juga memiliki kekayaan hayati yang unik, bukan hanya Australia. Identitas itu penting dalam memperkuat nasionalisme,” katanya.
Sementara itu, Kepala PLBN Sota, B. Mathilda Pusung menjelaskan, PLBN ini telah diresmikan sejak 3 Oktober 2021, dan melayani aktivitas lintas negara yang cukup aktif.
Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat sebanyak 2.085 orang melintasi PLBN ini, mayoritas merupakan warga negara Papua Nugini (PNg) yang datang untuk berbelanja kebutuhan pokok di wilayah Indonesia. Rata-rata pelintas per hari mencapai 30 orang.
"Ekspor dari Indonesia ke PNg melalui PLBN Sota mencapai Rp437 juta, dengan komoditas utama berupa sandang dan pangan. Sedangkan impor mencapai Rp41 juta, berupa hasil hutan, ikan, dan satwa,” ungkapnya.
Tak hanya fungsi ekonomi, PLBN Sota juga menjadi pusat pelayanan lintas batas, termasuk akses kesehatan.
Warga PNg yang sakit dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit di wilayah Indonesia akan difasilitasi sesuai prosedur.