Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tutorial Ritual Malam 1 Suro Mubeng Beteng, Keliling Searah Jarum Jam atau Tidak?

Mubeng Beteng adalah ritual budaya yang dilakukan masyarakat Jawa setiap Malam 1 Suro

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
zoom-in Tutorial Ritual Malam 1 Suro Mubeng Beteng, Keliling Searah Jarum Jam atau Tidak?
Tribun Jogja/Santo Ari
TRADISI MUBENG BETENG - Ratusan warga mengikuti ritual Topo Broto Mubeng Benteng di komplek Keraton Yogyakarta, Sabtu (25/10/2014) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM - Datangnya Tahun Baru Islam pada Jumat ini (27/6/2025) biasanya kerap dibarengi dengan sejumlah ritual atau tradisi adat istiadat dari masyarakat setempat.

Bagi sebagian masyarakat suku Jawa, peringatan yang akrab dikenal sebagai Malam 1 Suro ini sering kali diiringi dengan ritual 'Mubeng Beteng'

Mubeng Beteng adalah ritual budaya yang dilakukan masyarakat Jawa setiap Malam 1 Suro yang secara penanggalan Jawa bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram.

Ritual ini melibatkan peserta yang berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton.

Masyarakat Yogyakarta biasanya melakukannya dengan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Selain warga Jogja, warga Solo juga terkadang melakukan hal serupa dengan mengelilingi benteng Keraton Mangkunegaran.

Adapun ritual jalan tersebut dilakukan dalam keadaan diam (tapa bisu) sebagai bentuk refleksi spiritual dan syukur.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut penjelasan singkat tutorial melakukan tradisi Mubeng Beteng tersebut:

1. Persiapan Fisik

Baca juga: Tradisi Peringatan Malam 1 Suro di Solo dan Yogyakarta, Berikut Jadwal Kirabnya

Sebelum memulai ritual Mubeng Beteng, para peserta diharapkan mempersiapkan fisiknya dengan baik.

Hal ini terjadi karena jarak keliling yang harus ditempuh untuk mengeliling benteng Keraton tersebut cukup panjang.

Jarak keliling Benteng Keraton Yogyakarta sendiri diperkirakan mencapai 4 km.

Selain itu, peserta ritual ini tidak diperbolehkan menggunakan sepatu atau sandal. 

Tradisi ini dilakukan dengan berjalan tanpa alas kaki sebagai bentuk kesucian dan kerendahan hati.

Oleh karena itu, pastikan secara fisik bisa mengarungi jarak tempuh tersebut tanpa menggunakan alas kaki.

2. Tata Cara Pelaksanaan

Tradisi Mubeng Beteng di Yogyakarta biasanya digelar mendekati tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas