Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kala Keluarga 3 Polisi Ditembak Mati Oknum TNI di Lampung Minta Keadilan, Rela Sujud Depan Hakim

Keluarga 3 polisi ditembak mati di Lampung sujud depan hakim minta keadilan. Menangis minta terdakwa dihukum mati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Kala Keluarga 3 Polisi Ditembak Mati Oknum TNI di Lampung Minta Keadilan, Rela Sujud Depan Hakim
Kolase: Sripoku/Syahrul Hidayat
3 POLISI DITEMBAK - (Kiri) Tiga keluarga almarhum, Sasnia, istri AKP Anumerta Lusiyanto, istri Petrus Apriyanto, dan Ibu M Ghalib Surya Ganta, bersujud ke hadapan majelis hakim untuk minta dihukum seberat beratnya terdakwa yang telah membunuh suami mereka pada sidang lanjutan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Senin (30/6/2025) dan (Kanan) Kopda Bazarsah saat digiring masuk menuju ruang sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM - Momen mengharukan mewarnai sidang lanjutan kasus 3 polisi ditembak mati oknum TNI di Way Kanan, Lampung.

Keluarga korban rela sujud depan majelis hakim demi meminta keadilan di ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, pada Senin (30/6/2025).

Momen tersebut bermula saat majelis hakim menghadirkan keluarga korban sebagai saksi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sasnia istri dari AKP Anumerta Lusiyanto, Hilda istri dari Aipda Anumerta Petrus Apriyanto dan ibu Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta.

Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada keluarga korban untuk menyampaikan sesuai.

Hilda memohon kepada majelis hakim agar memberikan keadilan.

Selain itu, ia meminta terdakwa Kopda Bazarsah dan Peltu Yun Heri Lubis dihukum mati.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami keluarga dari ketiga almarhum, kami meminta keadilan yang seadil-adilnya."

"Kami mohon (terdakwa) dihukum sampai mati pak," ujar Hilda, dikutip dari TribunSumsel.com, Selasa (1/7/2025).

Baca juga: Sidang Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, Anggota Brimob Ini Akui Sebar Undangan Judi Sabung Ayam

Usai menyampaikan harapannya, Hilda langsung turun dari kursi untuk sujud di hadapan majelis hakim.

Aksi itu kemudian diikuti oleh keluarga korban lainnya.

Sasnia dalam kesempatan yang sama mencurahkan isi hatinya.

Ia mengaku sangat kehilangan sosok AKP Anumerta Lusiyanto.

Selain menjadi seorang suami, korban adalah tulang punggung keluarga.

Sasnia kini merasa kebingungan bagaimana mencukupi kebutuhan hidup.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas