Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bikin Resah Warga, 28 Ular Piton di Danau Buyan Bali Ditangkap, BKSDA Bantah Dugaan Pelepasliaran

Temuan puluhan ekor ular piton di sekitar Danau Buyan, Buleleng, membuat warga resah pada Minggu (6/7/2025). BKSDA membantah dugaan pelepasliaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isti Prasetya
zoom-in Bikin Resah Warga, 28 Ular Piton di Danau Buyan Bali Ditangkap, BKSDA Bantah Dugaan Pelepasliaran
DOK WARGA VIA TRIBUN BALI
PENANGKAPAN - Masyarakat Pancasari saat mengamankan ular piton yang ditemukan di sekitar Danau Buyan, Kabupten Buleleng, Bali pada Minggu (6/7/2025). Temuan puluhan ekor ular piton ini membuat warga resah BKSDA membantah dugaan pelepasliaran. 

Informasi ini diungkapkan oleh Perbekel Desa Pancasari, I Wayan Komiarsa.

Senada Suartana, Wayan menduga ada oknum yang membuang atau melepasliarkan ular-ular tersebut.

"Saya juga kaget, dari dulu di sini belum pernah ada ular piton sebesar itu. Bisa jadi ada yang membuang atau melepas, entah dari hutan atau hasil penangkapan," ucapnya.

Meski belum masuk sampai ke rumah warga, Wayan akan berkoordinasi dengan Balai KSDA Buleleng selaku pemilik kewenangan.

"Tentu kami akan bergerak jika sampai meresahkan masyarakat," imbuhnya.

Baca juga: Kronologi Pria Tewas Ditelan Ular Piton di Buton Selatan, Warga Histeris Saat Lihat Tubuh Korban

Bantah pelepasliaran

Sementara itu, pihak BKSDA Buleleng buka suara ihwal keresahan warga di Desa Pancasari akibat temuan ini.

Menurut pihak Balai, ular itu bukan hasil pelepasliaran melainkan memang habibat hewan melata tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Sumarsono.

Dia menjelaskan, lokasi pelepasliaran resmi berada di kawasan hutan lindung Batukau, Kabupaten Tabanan.

Sehingga, kata dia, tidak mungkin melakukan pelepasliaran di area publik, terlebih Danau Buyan merupakan destinasi wisata alam.

"KSDA tidak pernah melakukan pelepasliaran ular piton di hutan sekitar Danau Buyan. Apalagi kawasan Danau Buyan merupakan area publik yang dikelola untuk wisata alam," tegasnya, Minggu (6/7/2025).

Sumarsono menegaskan, wilayah Danau Buyan merupakan habitat alaminya terbukti dengan ditemukannya beberapa kulit ular piton di tengah hutan di dekat Danau Buyan.

"Memang tidak banyak, tapi kulit ular piton sudah sering ditemukan di lokasi itu. Ini menjadi bukti bahwa ular ini hidup secara alami di sana," katanya. 

Baca juga: Balita Selamat dari Gigitan Ular Berbisa saat Tidur, Sempat Pingsan di Perjalanan ke RSU Situbondo

Kurangnya populasi predator seperti burung elang dan biawak juga membuat populasi ular piton berkembang pesat.

Terlebih burung elang juga banyak diburu sehingga merusak habitat alami hewan liar.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas