Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SMP di Pati Mengaku Kekurangan Chromebook, 1 Kelas Dibagi 3 Sesi Pembelajaran

Salah satu SMP di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengaku kekurangan Chromebook. Bahkan satu kelas harus dibagi jadi tiga sesi

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in SMP di Pati Mengaku Kekurangan Chromebook, 1 Kelas Dibagi 3 Sesi Pembelajaran
TRIBUNJATENG.COM/MAZKA HAUZAN NAUFAL
MANFAATKAN CHROMEBOOK - Kepala SMP Terpadu Bina Bangsa Pati, Panji Subrata memperlihatkan Chromebook yang digunakan sebagai peranti pembelajaran di sekolahnya, Kamis (17/7/2025). Pada 2022, sekolah ini menerima bantuan 15 Chromebook dari Kemdikbudristek. 

TRIBUNNEWS.COM -  Laptop Chromebook yang disalurkan oleh pemerintah ke sekolah-sekolah di Indonesia akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan.

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tengah menelusuri kasus dugaan korupsi Digitalisasi Pendidikan 2019-2023 terkait pengadaan 1,2 juta unit Chromebook senilai Rp9.8 triliun.

Korupsi tersebut dilakukan di lingkup Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi RI (Kemdikbudristek) era Nadiem Makarim. 

Banyak sekolah di Indonesia yang mendapatkan Chromebook.

Salah satu sekolah yang juga kebagian Chromebook adalah SMP Terpadu Bina Bangsa Pati, Jawa Tengah.

Sekolah yang beralamat di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Pati ini mendapatkan bantuan 15 Chromebook pada tahun 2022 lalu.

Kepala SMP Terpadu Bina Bangsa Pati, Panji Subrana menuturkan, belasan Chromebook bantuan tersebut masih digunakan hingga saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menuturkan, gawai tersebut sangat berguna bagi guru dan murid.

"Sangat efektif, berguna bagi guru dan anak-anak,"

"Sampai sekarang masih menunjang kegiatan belajar-mengajar," ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Ia juga menuturkan bahwa sekolahnya memiliki laboratorium Chromebook.

Baca juga: Bukan Chromebook, SMP di Surabaya Malah Dapat Bantuan Komputer

"Kami bahkan punya Laboratorium Chromebook, satu ruangan berisi 15 Chromebook,” jelas Panji kepada Tribunjateng.com.

Meski mendapat bantuan, namun jumlahnya dianggap masih kurang.

Bahkan, jumlah tersebut tak cukup untuk pembelajaran satu kelas.

Panji menuturkan, untuk memakainya, satu kelas harus dibagi tiga sesi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas