Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Niat Bertemu Dedi Mulyadi Pupus, Ate Kini Malah Temani Sang Istri yang Dirawat di Rumah Sakit

Ate menyebut, saat itu dia dan sang istri berada di dalam kerumunan tersebut. Namun, mereka terpisah saat situasi berlangsung tak kondusif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Niat Bertemu Dedi Mulyadi Pupus, Ate Kini Malah Temani Sang Istri yang Dirawat di Rumah Sakit
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
PERNIKAHAN ANAK DEDI MULYADI - Ate Mulyadi (57) saksi mata sekaligus istri dari Oherti (50), salah satu korban selamat dari insiden antrean makan gratis pernikahan anak dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, saat ditemui di Garut, Jawa Barat, Minggu (20/7/2025). Ate mengatakan, sang istri mengalami sakit di bagian perut dan kaki usai terjebak dalam kerumunan antrean makan gratis. 

"Kondisi (istri Ate) Alhamdulillah agak mendingan. Kaki perut (sakit), karena ketimpa-timpa orang," pungkasnya.

Pesta rakyat pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, berujung tragedi pada Jumat, 18 Juli 2025.

Tiga orang tewas dan belasan lainnya pingsan akibat insiden desak-desakan di gerbang utama Pendopo Kabupaten Garut.

Kericuhan terjadi saat ribuan warga memadati area untuk menghadiri hiburan dan pembagian makanan gratis.

Korban jiwa terdiri dari seorang anak berusia 8 tahun, seorang lansia, dan seorang anggota kepolisian yang gugur saat mengevakuasi warga.

Baca juga: Nestapa Mela Puri, Anaknya Tewas Rebutan Nasi Gratis di Pesta Dedi Mulyadi

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara hiburan dibatalkan demi evaluasi dan penanganan insiden.

Ia menyebut kesalahan berasal dari pihak eksternal penyelenggara, meski belum merinci siapa yang dimaksud.

Rekomendasi Untuk Anda

Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

Ia memberikan santunan sebesar Rp150 juta kepada masing-masing keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab.

Pihak kepolisian tengah menyelidiki unsur kelalaian dalam penyelenggaraan acara, termasuk potensi pelanggaran prosedur keamanan dan kapasitas lokasi.

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas