Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Rafa, Bocah SD Tewas Digigit Ular Weling: Diduga Telat Penanganan, Sempat Koma Satu Bulan

Kronologi akhir pilu bocah SD, Rafa Ramadhani Suwondho (12) yang meninggal dunia setelah digigit Ular Weling.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Kronologi Rafa, Bocah SD Tewas Digigit Ular Weling: Diduga Telat Penanganan, Sempat Koma Satu Bulan
TribunJateng/Rahdyan Trijoko
RAFA DIGIGIT ULAR - Korban Digigit Ular-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar melihat langsung kondisi Rafa Ramadhani Suwondo bocah usia 11 tahun asal Pekalongan yang dirawat di ICU RSUP Kariadi,Kamis (17/7/2025). Kini Rafa dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (20/7/2025) 

Setelah pemberian antivenom tersebut, kondisi tubuh Rafa menunjukkan hasil positif dan diharapkan segera pulih dari komplikasi.

Rafa kemudian dirawat di ICU selama beberapa hari, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang karena tak menunjukkan perubahan kesadaran.

Rafa dirawat di ICU dalam kondisi koma selama hampir satu bulan.

Sayangnya nyawa Rafa dinyatakan tak tertolong di RSUP Kariadi, Minggu (20/7/2025).

Jenazah Rafa tiba di rumah duka pada Minggu pukul 04.00 WIB dan dimakamkan di TPU Desa Bukur sekitar pukul 10.00 WIB.

Klarifikasi RSUD Kajen

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kajen, Dwi Harto mengatakan, pasien sudah mendapat penanganan medis sesuai prosedur.

Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi sadar dan langsung menjalani anamnesis atau wawancara medis.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang diduga terkena gigitan ular.

"Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan luka samar berupa satu titik di kaki bagian kanan. Luka tersebut kemudian dibersihkan," kata Dwi.

"Setelah itu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa tes darah lengkap dan observasi selama dua jam di IGD," beber Dwi

Selama masa observasi, kondisi pasien tetap stabil.

Oleh karena itu, pasien dinyatakan boleh pulang.

"Pasien dipulangkan setelah mendapat edukasi dari dokter dan tenaga kesehatan. Kami juga memberikan resep obat berupa antibiotik dan antipiretik untuk penanganan di rumah," jelasnya.  (*)

Sebagian artikel telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Baru Bangun Tidur, Ya Pusing Alasan Dokter RSUD Kajen Tolak Rawat Inap Bocah Digigit Ular dan Antivenom Neuropolyvalent Selamatkan Nyawa Anak Korban Gigitan Ular Weling di Pekalongan

(Tribunnews.com/ Siti N) (TribunJateng.com/ Raf/ Indra Dwi Purnomo)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas