Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suasana Kampus FISIP Unsoed Usai Dugaan Pelecehan Mahasiswi, Rektorat Bereaksi

Kampus FISIP Unsoed memanas usai dugaan pelecehan oleh guru besar. Mahasiswa bergerak, Rektorat mulai ambil langkah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Suasana Kampus FISIP Unsoed Usai Dugaan Pelecehan Mahasiswi, Rektorat Bereaksi
TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
Kampus FISIP Unsoed memanas usai dugaan pelecehan oleh guru besar. Mahasiswa bergerak, Rektorat mulai ambil langkah. 

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Suasana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tampak tegang pasca mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

FISIP UNSOED adalah singkatan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman, sebuah fakultas di bawah Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah.

FISIP UNSOED berdiri sebagai fakultas mandiri sejak tahun 1993, setelah sebelumnya menjadi bagian dari Fakultas Hukum

Yang membuat publik tercengang, terduga pelaku merupakan seorang guru besar aktif di lingkungan kampus tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan tajam, baik di kalangan civitas akademika maupun masyarakat luas, karena melibatkan relasi kuasa antara dosen senior dan mahasiswa yang menjadi korban.

Kemarahan mahasiswa tak dapat dibendung. Pada Rabu (23/7/2025) siang, sekelompok mahasiswa Unsoed menggelar aksi damai di depan Gedung Rektorat.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Unsoed Darurat Kekerasan Seksual” dan “Lindungi Korban, Bukan Pelaku”, sebagai bentuk protes dan seruan moral kepada pihak kampus.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden BEM Unsoed, M Hafizd Baihaqi, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap minimnya transparansi penanganan kasus oleh kampus. 

“Kami tidak ingin kasus ini ditutupi. Kami menuntut proses yang adil dan berpihak kepada korban,” kata Hafizd kepada TribunBanyumas.com.

Menurutnya, laporan dugaan pelecehan telah disampaikan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed.

Laporan tersebut telah diproses dan menghasilkan rekomendasi yang kini berada di tangan Rektorat.

Baca juga: Korban Pelecehan Guru SMA di Serang Ada 6 Orang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Respons Resmi Pihak Rektorat

Menanggapi aksi mahasiswa dan sorotan publik, Wakil Rektor III Unsoed, Norman Prayogo, turun langsung menemui para demonstran. Ia mengonfirmasi bahwa rekomendasi dari Satgas PPKS tengah dibahas dalam rapat internal kampus.

“Rektorat sedang melakukan pembahasan intensif terhadap laporan dan rekomendasi yang masuk. Kami pastikan proses berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

Namun, Juru Bicara Unsoed, Prof. Mite Setiansah, menyampaikan pernyataan yang lebih hati-hati. “Kami masih mengumpulkan informasi secara menyeluruh,” tuturnya singkat.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas