Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tragis Buruh Bunuh Majikan di Buleleng Bali Hanya demi iPhone dan Judi Slot

Tragis! Buruh di Buleleng bunuh majikannya demi iPhone, judi slot & gaya hidup. Uang curian dipakai foya-foya, kini terancam 15 tahun penjara.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Tragis Buruh Bunuh Majikan di Buleleng Bali Hanya demi iPhone dan Judi Slot
TribunStyle.com - Tribunnews.com
JASAD - Ketut Parmi, lansia bos cengkeh asal Buleleng, Bali, tewas tragis dibekap buruhnya sendiri demi uang, iPhone, dan judi slot. 

TRIBUNNEWS.COM - Gaya hidup konsumtif dan dorongan ekonomi membuat seorang buruh serabutan di Buleleng, Bali, nekat membunuh majikannya sendiri. 

Ironisnya, aksi kejam itu hanya demi membeli iPhone 11 Pro Max, menebus motor, dan modal judi slot online.

Kematian tragis menimpa seorang lansia bernama Ketut Parmi (73), bos cengkeh asal Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Setelah sempat dianggap sebagai kematian wajar, hasil autopsi mengungkap kenyataan mengejutkan Parmi tewas karena dibekap saat tidur.

Pelaku pembunuhan tak lain adalah buruh serabutan di rumahnya sendiri, yakni Made Swadharma Yasa alias Jono alias Aan (27). 

Motif pembunuhan sadis ini adalah untuk menguras isi brankas korban, yang menyimpan uang tunai dan perhiasan bernilai sekitar Rp150 juta.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menjelaskan bahwa pelaku melancarkan aksinya dini hari, saat rumah dalam keadaan sepi karena keluarga korban sedang melayat tetangga.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaku masuk lewat pintu yang tak terkunci, membekap wajah korban menggunakan kain lap dan guling, lalu menunggu hingga korban tak bergerak.

Setelah memastikan Ketut Parmi meninggal, pelaku mengambil kunci brankas dari meja rias, menguras seluruh isinya, lalu melenggang pulang ke rumah yang hanya berjarak 500 meter.

Polisi yang mencurigai kematian korban akhirnya membongkar makam dan melakukan autopsi.

Dari sana terungkap bahwa Parmi meninggal akibat kekerasan tumpul pada wajah dan pembekapan yang menutup saluran napas.

"Penyebab kematian korban adalah kekerasan tumpul pada wajah. Dari polanya, ini sesuai dengan kasus bekap atau pembekapan yang menyebabkan tertutupnya jalan napas, sehingga mengakibatkan kekurangan oksigen dan mati lemas. Itu hasil dari forensik," ungkapnya. 

Barang curian hasil aksinya digunakan pelaku untuk:

Menebus sepeda motor seharga Rp9 juta

Membeli sepeda motor baru

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas