Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Urus Dokumen, Perempuan di Jombang Diduga Dilecehkan, Kades: Tak Ada Niat

Seorang perempuan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur diduga dilecehkan oleh kepala desa. Kades berinisial JP mengaku khilaf dan sebut cuma bercanda

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Urus Dokumen, Perempuan di Jombang Diduga Dilecehkan, Kades: Tak Ada Niat
Freepik
PELECEHAN SEKSUAL - Ilustrasi pelecehan seksual yang diunduh dari Freepik.com Rabu (23/4/2025). Seorang perempuan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur diduga dilecehkan oleh kepala desa pada Sabtu (2/8/2025. Kades berinisial JP mengaku khilaf dan sebut cuma bercanda. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang kepala desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berinisial JP dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pada Sabtu (2/8/2025).

JP pun mengaku siap menghadapi semua proses hukum atas tindakannya tersebut.

Namun, JP tak menampik bahwa ia telah melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial SNA (25).

Mengutip TribunJatim.com, ia mengaku khilaf melakukan tindakannya.

JP berdalih, tindakannya tersebut tak ada niat untuk melecehkan.

“Memang saya khilaf. Tidak ada niat macam-macam," ucapnya, Selasa (5/8/2025).

Ia pun dengan tegas siap menghadapi proses hukum yang akan berjalan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi kalau sudah dilaporkan, ya saya hadapi,” ungkap JP.

Kasus ini terjadi pada Sabtu (2/8/2025) siang, saat SNA, perempuan asal Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang mendatangi kantor desa untuk mengurus dokumen administrasi milik adiknya.

Dokumen merupakan surat yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian).

Kantor desa saat itu hanya ada kepala desa berinisial JP dan seorang warga yang mengambil bantuan sosial.

Kondisi kantor desa sepi karena saat itu tengah hari libur.

Baca juga: Wanita Korban Pelecehan Seksual Oknum Polisi di Mamuju Tengah Didampingi Dinas Sosial dan PPA

Setelah warga yang mengambil bansos pulang, hanya tersisa JP dan SNA saja.

Awalnya, pengurusan dokumen berjalan lancar.

Namun, JP tiba-tiba memanggil SNA untuk mengecek isi surat sambil memegang dan memijat pundak korban.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas