Keluarga dan Sahabat Kenang Prada Lucky Sosok Bersahaja dan Ramah
Empat orang anggota TNI diamankan terkait kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Empat orang anggota TNI diamankan terkait kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo.
Kematian anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sangat mengenaskan.
Anggota TNI berusia 23 tahun ini tewas diduga setelah dipukul menggunakan selang oleh 16 prajurit TNI berpangkat Prajurit Satu (Pratu) hingga Letnan Dua (Letda) Infanteri.
Diamankan Bukan Ditangkap
Wakil Kepala Pendam IX/Udayana Letkol (Inf) Amir Syarifudin mengatakan ada empat orang yang sudah diamankan terkait kasus kematian Prada Lucky.
Pihaknya masih mendalami keterlibatan empat orang tersebut.
"4 orang ini bukan ditahan tapi diamankan. Kita mencegah adanya tindakan-tindakan dari, entah itu dari keluarga atau dari rekan satu angkatan," ujar Amir di Denpasar, Bali, Jumat (8/8/2025), dikutip dari Kompas.TV.
"Dia masih statusnya kita mintai keterangan, kita amankan saja karena kita antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," tuturnya.
Dia menyatakan untuk sementara, motif dan kepastian mengenai dugaan penganiayaan belum diketahui karena masih dalam proses pendalaman.
Namun ia menegaskan pihaknya terus mengusut kasus ini.
Rumah Duka Prada Lucky
Rumah duka almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo di kawasan Asrama Tentara Kuanino, Kota Kupang, NTT, tampak lengang pada sore tadi.
Hingga pukul 15.31 WITA, belum banyak pelayat yang hadir.
Hanya beberapa kerabat dekat dan tetangga terlihat duduk berjauhan di bawah tenda yang telah dipasang sejak pagi.
Kursi-kursi plastik berderet di halaman rumah, namun sebagian besar masih kosong.
Beberapa karangan bunga sudah terpasang di dekat pintu rumah, dengan ucapan "Turut Berdukacita".
Baca tanpa iklan