Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berapa Batas Bunyi yang Dapat Didengar Manusia? Pasien THT di Lumajang Meningkat usai Ada Hajatan

Pasien THR di Lumajang meningkat 25 persen setelah ada hajatan. Lantas berapa batas bunyi yang dapat didengar manusia?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Berapa Batas Bunyi yang Dapat Didengar Manusia? Pasien THT di Lumajang Meningkat usai Ada Hajatan
Istimewa/TribunJatim.com
SOUND HOREG - Owner sound horeg Blizzard Audio Malang, Devid Stevan bersama Pemkab Malang mengukur intensitas suara yang dikeluarkan sound system di Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (19/7/2024). Pasien THT di Lumajang meningkat 25 persen setelah ada hajatan. Lantas berapa batas bunyi yang dapat didengar manusia? 

TRIBUNNEWS.COM - Di Lumajang, Jawa Timur, pasien Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) meningkat setelah ada hajatan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang mencatat peningkatan hampir 25 persen pasien THT dalam rentang waktu tiga bulan terakhir.

Mayoritas pasien mengeluhkan gangguan pendengaran diduga akibat paparan suara keras dari kegiatan di lingkungan sekitar.

Pasien yang datang ke RSUD dr Haryoto Lumajang umumnya tinggal berdekatan dengan lokasi hajatan, meski tidak ikut hadir di acara.

"Pasien-pasien ini datang setelah mengalami keluhan berulang setiap kali ada hajatan di lingkungan mereka."

"Bahkan dari mereka ada yang tidak hadir langsung di acara, tapi rumahnya berdekatan dengan lokasi hajatan," kata Dokter Spesialis THT RSUD dr Haryoto, Aliyah Hidayat saat dikonfirmasi, Jumat (8/8/2025), dilansir Surya.co.id.

Menurut Aliyah, keluahan pasien bervariasi, mulai dari tinnitus, nyeri telinga, hingga penurunan pendengaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa kasus bahkan memburuk karena paparan berulang.

Aliyah memaparkan, banyak yang menganggap remeh suara keras, padahal dampaknya pada pendengaran dalam jangka panjang.

"Kami sudah mencatat tren peningkatan pasien THT sejak beberapa bulan terakhir, dan sebagian besar mengaku masalahnya muncul setelah sering terpapar suara hajatan," tandasnya.

Aliyah pun mengingatkan agar penggunaan sound system di lingkungan padat lebih dikendalikan.

Baca juga: Benarkah Sound Horeg Bisa Picu Kematian? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Anak-anak dan lansia dinilai lebih rentan terhadap paparan suara bising.

"Edukasi tentang dampak suara keras ini harus digencarkan, agar masyarakat sadar dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya," tandasnya.

Lantas berapa batas bunyi yang dapat didengar telinga manusia?

Mengutip dari hearlife.co.id, telinga manusia bisa merasakan frekuensi antara 20 Hz yang merupakan nada terendah hingga 20 kHz atau 20.000 Hz, nada tertinggi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas