Karangan Bunga dan Spanduk Protes Meningkat, Tekanan Pada Bupati Sudewo Memuncak
Karangan bunga dan spanduk protes terhadap Bupati Sudewo terus bertambah, tekanan masyarakat di Pati memuncak jelang demo 13 Agustus.
Editor:
Glery Lazuardi
Sementara itu, KH Abdul Karim dari Forum Organisasi Sosial Keagamaan (Forsika) Pati meminta Bupati Sudewo introspeksi dan meminta maaf atas kebijakan yang diambil tanpa melibatkan tokoh agama dan masyarakat.
Pernyataan sikap Forsika disampaikan di Mapolresta Pati dan diserahkan secara simbolis ke Kapolresta Kombespol Jaka Wahyudi untuk mendukung suasana kondusif.
Forsika mengapresiasi keputusan Bupati membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan serta mengembalikan sistem pembelajaran enam hari sekolah.
Mereka juga mengimbau pendemo menjaga ketertiban dan menghindari anarkis, serta meminta aparat menggunakan pendekatan persuasif dan humanis.
KH Abdul Karim mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar situasi di Pati tetap aman dan damai. Pernyataan ini ditandatangani berbagai ketua organisasi keagamaan di Pati.
Profil Singkat Sudewo
Nama
H. Sudewo
Lahir
11 Oktober 1968, Pati, Jawa Tengah
Pendidikan
S1 Teknik Sipil (UNS), S2 Teknik Pembangunan (UNDIP)
Jabatan
Bupati Pati sejak 20 Februari 2025
Partai Politik
Gerindra
Keluarga
Suami dari dr. Atik Kusdarwati, ayah dari 4 anak