Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab Longsor TPA Galuga Bogor, Satu Operator Alat Berat Meninggal Tertimbun Sampah

Agus Hari Mulyana, ASN DLH Kota Bogor, tewas tertimbun longsor sampah saat operasikan alat berat di TPA Galuga yang gunakan sistem open dumping.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
zoom-in Penyebab Longsor TPA Galuga Bogor, Satu Operator Alat Berat Meninggal Tertimbun Sampah
Tribun Bogor/Damanhuri
TPA GALUGA - Tercatat ada 1.500 pemulung yang menggantungkan periuk nasi mereka dari Tempat Pembuangan Akhir Galuga di Kampung Mayon, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Rabu (6/1/2016). Longsor terjadi di TPA Galuga pada Senin (11/8/2025) dan mengakibatkan satu pekerja alat berat tewas. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Jawa Barat bernama Agus Hari Mulyana (49) meninggal karena tertimbun longsor sampah.

Tumpukan sampah setinggi sekitar 10 meter menimbun Agus yang sedang mengoperasikan alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/8/2025).

Pria 49 tahun itu dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai operator alat berat di TPA Galuga.

Dua teman Agus yang tertimbun longsor sampah dinyatakan selamat.

Meski berada di Kabupaten Bogor, TPA Galuga digunakan bersama oleh Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

TPA yang didirikan sejak 1986 itu mengalami penumpukan sampah yang tinggi karena menggunakan sistem open dumping.

Dengan sistem tersebut sampah hanya ditumpuk begitu saja di suatu lokasi, tanpa pemilahan, pengolahan, atau penutupan dengan tanah.

Rekomendasi Untuk Anda

Resiko terjadi longsor tinggi terlebih ketika musim hujan yang mengakibatkan tumpukan sampah menjadi labil.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mendatangi rumah duka di Kampung Rangga Mekar, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Menurut Dedie, terjadi bukaan tanah akibat alat berat yang dikemudikan Agus sehingga alat berat terperosok.

“Sepintas kami mendapat gambaran bahwa ada tanah yang terbuka. Sehingga, alat berat itu masuk ke dalam tanah,” ungkapnya, Senin, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Baca juga: Bupati Bogor Ajak Semua Pihak Bersatu Atasi Banjir di Rancabungur

Dua rekan kerja Agus selamat dan masih menjalani perawatan.

Pihaknya akan mendalami kecelakaan kerja ini agar tak terulang lagi.

“Sedang kita coba gali informasinya lebih lanjut. Yang pasti kita kehilangan petugas yang selama ini sudah mengabdi sekian lama untuk DLH,” tukasnya.

Dedie berupaya mencari lahan baru pembuangan sampah yang kondisinya lebih aman.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas