Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Isu Beras Oplosan Bikin Pedagang Menjerit, Omzet Anjlok Hingga Harga yang Terus Melambung

Hadi menyampaikan, dalam sehari ia biasanya bisa menjual 2-4 ton beras. Tapi saat ini, paling mentok seharinya hanya terjual 5 kuintal beras saja.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Isu Beras Oplosan Bikin Pedagang Menjerit, Omzet Anjlok Hingga Harga yang Terus Melambung
Tribun Jabar/ Nappisah
BERAS OPLOSAN - Pekerja mengangkut beras di pasar tradisional Kota Bandung, Rabu (13/8/2025). Hadi (48), seorang pedagang di Pasar Baru Indramayu, Jawa Barat mengungkapkan suasana tokonya yang biasa ramai kini sepi usai mencuatnya polemik beras oplosan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terbongkarnya praktik beras oplosan tidak memberikan kesejahteraan bagi para pedagang. Para pedagang justru menjerit akibat adanya isu beras oplosan tersebut.

Beras oplosan adalah beras yang dicampur dari berbagai jenis atau kualitas, lalu dijual dengan label dan harga yang tidak sesuai mutu sebenarnya.

Baca juga: Menko Pangan Instruksikan Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

Praktik ini dilakukan demi keuntungan, namun merugikan konsumen karena kualitas beras tidak sesuai klaim.

Hadi (48), seorang pedagang di Pasar Baru Indramayu, Jawa Barat mengungkapkan suasana tokonya yang biasa ramai kini sepi usai mencuatnya polemik beras oplosan.

Hanya terlihat satu dua pembeli, pedagang pun lebih banyak duduk berharap ada pembeli yang datang.

Suasana tersebut juga terlihat di toko-toko beras lainnya di Pasar Baru Indramayu.

“Lesu mas, jualannya udah kaya penyakit,” ujar Hadi, Rabu (13/8/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Omzet adalah istilah dalam dunia bisnis yang merujuk pada total pendapatan kotor yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa dalam periode tertentu.

Hadi menyampaikan, dalam sehari ia biasanya bisa menjual 2-4 ton beras. Tapi saat ini, paling mentok seharinya hanya terjual 5 kuintal beras saja.

Kondisi itu menurutnya imbas isu beras oplosan yang digembor-gemborkan oleh pemerintah.

Padahal, menurutnya pencampuran beras dahulu dinilai sebagai hal yang wajar, pencampuran ini juga atas dasar permintaan dari pembeli sendiri.

Dengan catatan, beras yang dicampur bukan beras Bulog dengan beras lokal. 

“Wajar mas kalau pencampuran gitu, ada saja pembeli yang mintanya beras yang pulennya sedang, jadi dicampur, harganya dijual tengah-tengah,” ujar dia.

Di sisi lain, kondisi lesunya penjualan beras di pasaran ini juga diperparah dengan bantuan pangan yang sebelumnya dilakukan pemerintah.

Baca juga: Harga Beras Cenderung Naik di Daerah, Penggilingan Padi Dukung Tindakan Tegas ke Pengoplos

Pangan Murah Bikin Harga Beras Mahal

Tidak berhenti di situ, pedagang beras di pasaran juga dibuat kembali gigi jari dengan adanya program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terus dilakukan pemerintah belakangan ini.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas