Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Difalitera: Membuka Jendela Sastra Menjadi Lebih Setara bagi Teman Netra

Cerita komunitas Difalitera, jadi ruang bagi pencinta sastra bagi teman netra.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: timtribunsolo
zoom-in Difalitera: Membuka Jendela Sastra Menjadi Lebih Setara bagi Teman Netra
(Foto oleh: Nico Haryono dari Difalitera)
KOMUNITAS DIFALITERA - Indah Darmastuti bersama dengan teman netra di Difalitera dalam kegiatan Teras Baca di Candi Plaosan. (Foto oleh: Nico Haryono dari Difalitera) 

Dari acara tersebut, salah satu pembicara, yakni Agata mengungkap kesulitan mengakses sastra yang diaudiokan dengan baik sebab pembaca otomatis tidak memiliki intonasi dan emosi layaknya manusia.

Setelah itu, Indah sempat dihubungi oleh empat mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang meminta izin untuk mengaudiokan salah satu buku kumpulan cerpennya.

Sejak saat itu, Indah sadar bahwa kegiatan tersebut menarik untuk dikembangkan hingga pada akhirnya Difalitera terbentuk dan memiliki laman pribadi pada 10 November 2018.

Indah mengungkap, seiring dengan berjalannya waktu dan kelulusan para teman netra, saat ini yang tergabung dengan Difalitera berkisar kurang dari 25 orang.

Pemenuhan Hak-Hak Teman Netra Lebih Utama

Dalam keberjalanannya, Difalitera tidak dibantu secara berkala oleh yayasan atau instansi tertentu, melainkan mengalir dari donasi beberapa teman dan bahkan dari dana pribadi Indah Darmastuti.

Indah mengungkap, ia lebih berharap adanya perhatian terhadap pemenuhan hak-hak teman netra.

“Sebenarnya aku lebih berharap pemerintah memperhatikan hak-hak mereka. Sastra itu untuk alternatif mereka,” tutur Indah.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Indah mengungkap bahwa pemerintah harus peduli dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi teman-teman netra dan teman difabel lainnya.

“Peraturan pemerintah memang sudah mengharuskan setiap instansi atau pengusaha untuk menerima satu persen tenaga difabel. Satu persen untuk difabel, artinya bahwa teman netra harus bersaing dengan difabel lain,” ujarnya.

Dalam pernyataanya, Indah menekankan bahwa pemerintah semestinya menjamin hak-hak teman-teman netra.

(mg/Rohmah Tri Nosita)

Penulis adalah peserta magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas