Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

3 Kisah Viral Jenazah Dibonceng Motor, Di Bone Ada yang Diantar 5 Jam Lalui Jalan Tanah Becek

Jenazah pria dibonceng motor saat dibawa ke rumah duka area hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, perbatasan Gorontalo dan Sulut.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 3 Kisah Viral Jenazah Dibonceng Motor, Di Bone Ada yang Diantar 5 Jam Lalui Jalan Tanah Becek
Instagram via Tribun Bengkulu
BERITA VIRAL - Viral jenazah di Gorontalo dibonceng pakai motor gegara akses jalan yang sangat rusak, Minggu (24/8/2025). Viral sejumlah momen pilu jenazah dibonceng menggunakan sepeda motor terjadi di beberapa daerah. 

Dikutip dari Kompas.com, perjalanan membawa jenazah ke rumah duka ini memakan waktu 5 jam tanpa fasilitas jalan yang memadai.

Jalan yang dilalui pun masih berupa tanah becek, yang sebagian sudah tergerus ban motor sehingga membentuk lubang dalam yang memanjang. 

“Kejadiannya kemarin. Yang meninggal masih saudara saya,” kata Wawan Thalib, salah seorang kerabat almarhum, Sabtu (23/8/2025). 

Wawan menjelaskan, almarhum Nandar Samania masih terbilang kemenakannya. 

Nandar dibawa ke RS Toto dari rumahnya di Desa Tilonggibila juga menggunakan kendaraan yang sama.

“Sempat dirawat empat hari di Rumah Sakit Toto,” kata Wawan. 

Namun, saat dalam perawatan, Nandar meninggal dunia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dari RS Toto, jenazah Nandar dibawa menggunakan mobil ambulans hingga ke Desa Poduwoma.

Selanjutnya, jenazah dibonceng menggunakan motor melewati jembatan gantung oleh Peo Samania melalui Desa Tulabolo dan Tulabolo Timur sebelum masuk hutan taman nasional hingga ke Desa Tilonggibila di Kecamatan Pinogu.

“Saat dirujuk ke RS Toto dan dibawa pulang ke kampung di Kecamatan Pinogu dengan cara yang sama, yaitu dibonceng dengan motor ojek yang sudah dimodifikasi khusus,” jelas Wawan.

Wawan mengungkapkan, perjalanannya menembus hutan bukan perkara yang mudah.

Bahkan, setiap motor dipastikan membawa alat bengkel untuk berjaga-jaga jika terjadi kerusakan di hutan. 

Sebab, jalan yang dilalui bukan jalan aspal, melainkan jalan tanah yang selalu berair dan acap kali longsor.

“Perjalanan Peo Samania membawa jenazah kakaknya sempat menghadapi pohon tumbang, ini tidak mudah,” cerita Wawan. 

Peo Samania tak sendirian dalam perjalanan, ia didampingi sejumlah kerabatnya yang juga membawa motor masing-masing.  

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas