Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

427 Orang Keracunan Massal MBG di Lebong Bengkulu, Bahan Makanan Dibeli dari Luar

427 orang yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut terdiri murid TK, siswa SMP hingga sejumlah guru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in 427 Orang Keracunan Massal MBG di Lebong Bengkulu, Bahan Makanan Dibeli dari Luar
Tribun Bengkulu/Rizki Wahyudi
KERACUNAN MASSAL MBG - Suasana ramai dan panik di UGD RSUD Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025). Puluhan siswa TK hingga SD bahkan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG. Total ada 456 orang keracunan. 

Dapur MBG yang menjadi sorotan ini diketahui baru mulai beroperasi sejak 7 Agustus 2025, usai diresmikan secara resmi.

Sementara itu, Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (LOKA POM) Rejang Lebong, Pupa Feshirawan, mengatakan pihaknya telah mengirim beberapa sampel makanan ke laboratorium Balai POM Provinsi Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan. 

Beberapa jenis makanan yang diuji antara lain mie, bakso, tahu, dan sayuran.

"Sudah, sampelnya sudah kita kirimkan, sekarang masih menunggu hasilnya," jelas Pupa.

Selain sampel makanan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan langsung ke dapur MBG di Lebong. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan dapur tersebut memang sudah memenuhi standar. 

Tanggapan Gubernur Bengkulu

Rekomendasi Untuk Anda

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan angkat bicara atas peristiwa keracunan massal yang dialami sekitar 130 siswa di Kabupaten Lebong, Rabu (27/8/2025).

Ia menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya. Para siswa dilaporkan mengalami gejala muntah dan pusing usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa bakso, jagung, dan mie.

"Kita turut berduka dengan kejadian yang terjadi di Kabupaten Lebong. Ada kurang lebih 130 siswa-siswi yang keracunan karena mengonsumsi makanan. Kita minta agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan kenapa itu bisa terjadi," kata Helmi Hasan.

Helmi Hasan menjelaskan, hasil penyelidikan nantinya juga akan dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, untuk mendapat keputusan lebih lanjut.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama bila prosedur pelaksanaan program MBG dijalankan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Baca juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bengkulu, Gubernur dan Wakil Gubernur Bereaksi

"Kita harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Dan harusnya tidak terjadi ketika memang prosedur yang sudah ditetapkan itu dilalui dengan baik," ucapnya.

Gubernur Bengkulu ke-11 ini, juga menyampaikan empati dan doa untuk keluarga serta para siswa yang terdampak.

Ia meminta seluruh rumah sakit dan tenaga medis memberikan pelayanan maksimal.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas