Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahan Makanan Penyebab Keracunan MBG di Bengkulu Dibeli dari Luar Daerah

Ratusan siswa dan guru menjadi korban keracunan setelah menyantap menu program MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bahan Makanan Penyebab Keracunan MBG di Bengkulu Dibeli dari Luar Daerah
Tribun Bengkulu/Rizki Wahyudi
KERACUNAN MASSAL MBG - Suasana ramai dan panik di UGD RSUD Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025). Puluhan siswa TK hingga SD bahkan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG. Total ada 456 orang keracunan. 

"Untuk bahan baku seperti bakso, mie, dan tahu, itu kami beli dari luar lalu diolah kembali, kami sudah sesuai SOP," bebernya singkat.

Dapur MBG yang menjadi sorotan ini diketahui baru mulai beroperasi sejak 7 Agustus 2025, usai diresmikan secara resmi.

Sementara itu, Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (LOKA POM) Rejang Lebong, Pupa Feshirawan, mengatakan pihaknya telah mengirim beberapa sampel makanan ke laboratorium Balai POM Provinsi Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan. 

Beberapa jenis makanan yang diuji antara lain mie, bakso, tahu, dan sayuran.

"Sudah, sampelnya sudah kita kirimkan, sekarang masih menunggu hasilnya," jelas Pupa.

Selain sampel makanan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan langsung ke dapur MBG di Lebong. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan dapur tersebut memang sudah memenuhi standar. 

Rekomendasi Untuk Anda

Akan tetapi, dapur masih dalam keadaan terbuka dan penataannya belum rapi.

Kondisi inilah yang diduga menyebabkan makanan di tempat tersebut terkontaminasi bakteri.

"Agak terbuka dan belum rapi memang, diduga karena itulah ada kontaminasi bakteri, tapi untuk lebih pastinya kita tunggu hasil uji lab," lanjutnya.

Keterangan polisi

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar membenarkan adanya penambahan jumlah korban keracunan.

“Betul, kembali bertambah, sekarang sudah 456 orang totalnya, itu dari guru hingga siswa,” ujar Syaiful, Kamis.

Berdasarkan data, rincian korban adalah 119 orang dirawat inap, 328 orang rawat jalan, dan 9 orang menjalani rawat mandiri di rumah.

Sebagian besar korban mendapatkan penanganan di RSUD Lebong, dengan jumlah 379 siswa dan 3 guru.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas