Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa SD di Musi Banyuasin Diduga Keracunan setelah Santap Menu MBG, Dinkes: Ada yang Gejala Serius

Siswa SD di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan keracunan setelah memakan menu MBG. Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung turun tangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Siswa SD di Musi Banyuasin Diduga Keracunan setelah Santap Menu MBG, Dinkes: Ada yang Gejala Serius
TRIBUNSUMSEL.COM/FAJRI ROMADHONI
KERACUNAN MAKANAN - Salah satu siswa SD 3 Mangun Jaya diduga mengalami keracunan makanan usai mengkonsumsi makanan dalam program MBG, Rabu (3/9/2025). Kepala Dinas Kesehatan Muba, Azmi Dariusmansyah menuturkan, para siswa tersebut dirawat di klinik terdekat. 

Dewan Pendidikan pun melakukan sidak sambil membawa surat keterangan dari dokter.

Dalam sidak tersebut, Dewan Pendidikan menanyakan jumlah distribusi porsi kepada petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SPPG sendiri merupakan penyalur dari menu MBG ke sekolah-sekolah.

Cholil Hasyim selaku Ketua Dewan Pendidikan Jombang mengonfirmasi hal tersebut.

“Kami mendapatkan laporan warga, lalu kami cek langsung. Hasilnya memang ada susu kadaluarsa, jeruk busuk, dan nasi goreng basi,” ujar Cholil, dikutip dari TribunJatim.com.

Saat melakukan sidak, petugas dari SPPG tak bisa memberikan jawaban yang ditanyakan oleh anggota Dewan Pendidikan.

Lalu, kepala sekolah bersama guru yang mendampingi pun melakukan pengecekan dengan membuka beberapa paket makanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hasilnya, ditemukan susu kota yang sudah kedaluwarsa hingga nasi goreng yang sudah basi.

Cholil pun akan menindaklanjuti agar ada perbaikan.

Baca juga: Ompreng MBG Diduga Pakai Minyak Babi, HNW Desak BPOM Umumkan Hasil Uji & BPJPH Awasi Kehalalan

“Kalau tidak ada langkah perbaikan, kami akan memberikan rekomendasi. Tapi kalau sudah ada perbaikan, ya kita lihat perkembangannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Jombang, Etik Nuroidah mengatakan, pihaknya hanya sebagai penerima manfaat program.

Ia mengakui ada kendala distribusi dari pihak SPPG hingga makanan datang terlambat.

siswa sempat kelaparan, bahkan wali kelas terpaksa membelikan roti. Besoknya (Selasa) juga terlambat lagi,” keluh Etik.

Etik menuturkan, siswanya juga mengeluhkan soal adanya nasi yang kurang matang.

“Kami sudah sampaikan kepada siswa, kalau ada makanan tidak layak segera dilaporkan supaya bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas