Dugaan Penyebab Mushola di Ciomas Bogor Ambruk, Akibatkan 31 Orang Luka dan Bayi Kritis
Dugaan penyebab ambruknya mushola dua lantai di Ciomas Bogor adalah struktur bangunan yang tidak kuat menahan ratusan jemaah.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi memilukan terjadi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (7/9/2025).
Pasalnya, sebuah mushola milik Majelis Taklim Asohibiyyah tersebut ambruk pada Minggu pagi.
Dikutip dari Tribun Bogor, peristiwa nahas itu terjadi ketika warga tengah melakukan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan video yang diterima, tampak warga berkerubung untuk menolong seorang wanita yang menjadi korban.
Bahkan, ada seorang perempuan paruh baya terluka parah di bagian kepala akibat tragedi tersebut.
Baca juga: Bangunan Majelis Taklim di Bogor yang Ambruk Baru Sebulan Selesai Dibangun, Tiang Penyangga Hancur
Sementara warga lainnya meminta bantuan kepada perangkat desa agar membawakan ambulans.
"Oh ya Allah, ini tolong panggil ambulans desa, bi ikah itu," kata warga lainnya.
Sementara, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0612 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Henggar Tri Wahono, menuturkan dugaan penyebab mushola tersebut ambruk karena tidak mampu menahan beban dari warga yang berada di dalamnya.
"Ambruknya bangunan Majelis Asohibiya akibat tidak mampu menahan jemaah pada acara maulidan," ujarnya.
Hal itu juga diamini oleh Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, yang menyebut kejadian itu karena kehadiran warga yang berkali-kali lipat dari biasanya.
Iwan mengungkapkan biasanya mushola tersebut hanya diisi oleh puluhan orang. Namun, saat kegiatan maulidan, ada ratusan warga yang hadir.
Akhirnya, diduga bangunan tidak mampu menahan beratnya beban warga yang hadir.
"Biasanya di situ sering diadakan pengajian tapi jumlah jemaahnya hanya 30 orang, tapi karena sekarang lagi maulidan, jemaahnya banyak 120-150 orang, gak tahan (bangunan) jadi dari dari lantai dua ambruk ke bawah," katanya.
31 Orang Luka, 2 Tewas, Bayi Kritis
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menuturkan insiden ini mengakibatkan tiga orang tewas.
Baca tanpa iklan