Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Fakta Penangkapan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan, tindakan tegas yakni ditembak karena keduanya mencoba melawan petugas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 7 Fakta Penangkapan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
KONFERENSI PERS - Kapolres Indramayu, AKBP Mochammad Fajar Gemilang menjelaskan terkait peristiwa pembunuhan berencana keluarga Sahroni yang ramai dan menghebohkan masyarakat di Indramayu. Kapolres Indramayu menerangkannya saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (9/9/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polres Indramayu bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar meringkus 2 pelaku pembunuhan berencana di Indramayu terhadap keluarga Sahroni.

Pelaku berinisial  R dan P berhasil ditangkap.

kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, pelaku R,  sebelumnya ternyata pernah melakukan tindak pidana kriminal atau bisa dikatakan residivis.

Berikut ini deretan fakta-faktanya:

1. Pelaku Ditembak karena Melawan Polisi

Dua tersangka, R dan P, ditembak di bagian kaki karena menyerang polisi saat hendak ditangkap.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, keduanya tampak lebam dan harus dihadirkan dalam konferensi pers dengan kursi roda.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan, tindakan tegas dilakukan karena keduanya mencoba melawan petugas.

Baca juga: Salah Satu Pelaku Pembunuhan 1 Keluarga di Indramayu Ternyata Residivis Penganiayaan Berat

2. Ditangkap saat Akan Kabur Jadi ABK

Kedua pelaku diamankan pada Senin (8/9/2025) pukul 03.00 WIB di sebuah basecamp.

Mereka bersiap berangkat menjadi anak buah kapal (ABK) untuk pelayaran 6–8 bulan sebagai cara melarikan diri dari kejaran polisi.

Kasatreskrim AKP Muchammad Arwin Bachar: “Mereka kembali ke Indramayu untuk berangkat jadi ABK, niatnya agar bisa kabur lebih lama.”
 
3. Jejak Pelarian Berhari-hari

Selama buron, R dan P berpindah-pindah kota, mulai dari Surabaya, Jakarta, Demak, hingga kembali ke Indramayu.

Mereka sempat bersembunyi di beberapa penginapan sebelum akhirnya ditangkap.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas