Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aktivitas Belajar Mengajar di Nunukan Digelar Meski Kelas Nyaris Ambruk: Murid Melingkar Cari Aman

Siswa SDN 004 Nunukan tetap belajar di kelas nyaris roboh, debu beterbangan, plafon retak ancam keselamatan mereka.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Aktivitas Belajar Mengajar di Nunukan Digelar Meski Kelas Nyaris Ambruk: Murid Melingkar Cari Aman
tribun kaltara
Siswa SDN 004 Nunukan belajar di kelas nyaris roboh, plafon retak dan debu beterbangan tetap tidak menghalangi semangat mereka. 

"Untungnya plafon yang ambruk itu jatuh saat malam hari, jadi tidak ada siswa di dalam," kata Kepala SDN 004, Petrus kepada TribunKaltara.com.

Petrus bercerita, plafon ruang kelas ambruk pada Jumat malam (05/09/2025). Bukan kali pertama, karena kejadian serupa sudah menimpa kelas lain pada September 2024.

"Sekarang, hampir semua kelas sudah ada retakan. Kami hanya bisa runtuhkan sendiri plafon yang sudah tidak kuat, khawatirnya runtuh tiba-tiba," ucapnya.

Meski penuh keterbatasan, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Sebanyak 337 siswa dari kelas I hingga VI harus terbiasa dengan suara tetesan air dari atap yang bocor, terutama saat hujan deras. 

"Kami sudah bersihkan sisa plafon yang jatuh. Kelas tetap dipakai, tapi ya tetap ada rasa was-was," ujar Petrus.

Petrus menuturkan bahwa pengerjaan bangunan SDN 004 mulai tahun 2020 oleh Kementerian PUPR dengan sumber anggaran APBN. 

"Pengerjaan bangunan sekolah selesai 2021 dan ditempati siswa," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini turut mendapat perhatian Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul, yang datang meninjau sekolah. Ia mengaku miris ketika melihat langsung keadaan ruang belajar anak-anak tersebut.

"Sejak masuk gerbang, saya sudah lihat tumpukan plafon bekas yang runtuh. Hampir semua kelas bocor, bahkan ruang kepala sekolah pun tidak ada. Kalau sampai plafon jatuh di jam belajar, siapa yang mau bertanggung jawab?," tegas Andi Fajrul.

Politisi NasDem itu meminta Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan segera mengambil langkah cepat sebelum ada korban. 

"Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan guru. Jangan tunggu ada kejadian fatal dulu," tuturnya.

Di tengah segala keterbatasan, siswa SDN 004 tetap belajar dengan semangat. Mereka duduk di bangku kayu, menulis, membaca, dan sesekali menengadah ke langit-langit kelas yang retak. 

"Harapan siswa sederhana aja bisa menuntut ilmu dengan aman, tanpa harus khawatir plafon runtuh di atas kepala," ungkap Andi Fajrul.

Plafon Bakal Dibongkar

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara) memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas utama pasca insiden plafon ambruk di SDN 004 Nunukan Selatan, Sei Lancang.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas