Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selamat dari Banjir Bali, Saimah Bersama Suami dan 2 Anaknya Bertahan 5 Jam di Plafon

Saimah menuturkan awal mulanya ia dan keluarga kecilnya terkena musibah banjir di kos tempat mereka tinggal yang beralamat di Jalan Siulan, Denpasar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Selamat dari Banjir Bali, Saimah Bersama Suami dan 2 Anaknya Bertahan 5 Jam di Plafon
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
PENGUNGSI - Saimah (27) dan Hendra (38) menjadi korban selamat banjir bandang di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR — Saimah (27) dan Hendra (38) menjadi korban selamat banjir bandang di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025).

Dua anak mereka yang berusia 6 tahun dan 4 bulan juga selamat.

Saimah menuturkan awal mulanya ia dan keluarga kecilnya bisa terkena musibah banjir di kos tempat mereka tinggal yang beralamat di Jalan Siulan, Denpasar.

Baca juga: Banjir Bali, Tim SAR Temukan Empat Jenazah di Waduk Tukad Badung

Saimah menjelaskan banjir terjadi saat ia dan keluarganya sedang tidur.

Ia tidak sadar jika akan ada banjir besar, meski tahu hujan deras seharian.

Awalnya air mulai masuk ke kamarnya dengan jumlah sedikit. 

“Pas pintu dibuka saya kaget air yang besar langsung masuk ke dalam kamar kami. Suami langsung gendong anak saya yang umur 6 tahun dan diletakkan di atas kompor karena tempatnya agak tinggi. Di sana anak saya yang umur 6 tahun teriak-teriak ketakutan menangis,” kata Saimah di Posko Bencana Banjir Banjar Tohpati Kertalangu Denpasar, Kamis (11/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Selama lima jam Hendra dan keluarganya di atas plafon menunggu evakuasi dari tim.

Diakuinya cukup lama menunggu dengan rasa khawatir air akan lebih tinggi. 

“Dari pukul 2.30 hingga pukul 08.00 kan ada anak-anak kecil. Tidur semua. Saat tahu tak bangunin,” imbuhnya. 

Barang-barang di kosnya banyak berisi lumpur. Dipastikan barang elektronik seperti kulkas dan televisi rusak.

Saimah dan suaminya juga tidak memiliki baju di pengungsian karena semua terendam lumpur di kosnya.

Baca juga: Patricia Gouw Rasakan Banjir Bandang Bali, Air Masuk Dari Rooftop Villa, Sang Mertua Terpeleset

Akibat dari bencana ini, Hendra suami Saimah yang keseharian sebagai kuli bangunan tak bisa bekerja. 

“Perasaan saya campur aduk. Kalau ini (anak-anak) saya tidak selamat mending saya mati. Alhamdulillah," kata, Hendra. 

Karena sempat terjebak lama di banjir, anaknya yang berusia 4 bulan sempat sakit, suhu badannya tinggi syukurnya segera membaik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas