Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Haikal Santri Korban Ambruk Musala di Sidoarjo: Bertahan 3 Hari Terhimpit 2 Jenazah Temannya

Haikal selama tiga hari terjebak di bawah timbunan bangunan yang ambruk, terhimpit oleh jasad dua sahabatnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Cerita Haikal Santri Korban Ambruk Musala di Sidoarjo: Bertahan 3 Hari Terhimpit 2 Jenazah Temannya
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
EVAKUASI KORBAN - Suasana evakuasi korban rubuh musala di Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (3/10/2025) 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO- Haikal, bertahan hidup selama berhari-hari saat terjebak reruntuhan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Santri kecil asal Probolinggo, jatim itu selama tiga hari terjebak di bawah timbunan bangunan yang ambruk, terhimpit oleh jasad dua sahabatnya.

Namun di tengah kegelapan dan sesak, Haikal justru memperlihatkan keteguhan iman yang sulit dipercaya, bahkan untuk orang dewasa sekalipun.

Baca juga: Update Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 10 Orang Meninggal Dunia, 103 Selamat

Kisah itu muncul dari cerita Haikal sendiri setelah berhasil dievakuasi tim penyelamat.

Tubuh mungilnya lemah, namun tutur katanya menyimpan kekuatan luar biasa.

Ia mengisahkan bagaimana dirinya dan beberapa temannya yang masih hidup di bawah reruntuhan berusaha tetap menegakkan salat berjamaah.

Malam itu, saat azan Isya seakan bergema hanya dalam ingatan mereka, Haikal membangunkan seorang temannya yang tergeletak di sampingnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ayo salat, ayo salat,” katanya sembari menepuk tubuh sahabatnya.

Sang teman masih sempat menjawab,

“Siapa yang jadi imam?”

Lalu tiba-tiba, ada yang memimpin bacaan salat, meski Haikal sendiri tak tahu siapa sosok yang mengimami di tengah kegelapan.

Baca juga: Korban Meninggal Musala Ambruk di Sidoarjo Kini Sembilan, Puluhan Lainnya Diduga Masih Tertimbun

Namun, ketika waktu Subuh tiba, Haikal kembali mengajak sahabatnya bangun.

Ia menepuk bahunya lagi. Kali ini tak ada jawaban.

Saat itulah, Haikal sadar, sahabatnya telah pergi untuk selamanya.

Di tengah derita dan rasa haus yang membakar tenggorokan, Haikal melihat dua botol air berada tak jauh darinya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas