Sosok Jambret Kalung Emas Milik Diplomat Prancis di Kendari, Hasil Penjualan untuk Judi Online
Diplomat Prancis jadi korban jambret di Kendari. Pelaku HI ternyata juga menjambret ibu-ibu di lokasi berbeda dua bulan sebelumnya.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Seorang diplomat wanita asal Prancis berinisial ES (25) menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Budi Utomo, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (21/9/2025).
Diplomat adalah pejabat resmi yang mewakili negara dalam hubungan internasional yang bertugas menjaga komunikasi, negosiasi, dan kerja sama antara negara asalnya dan negara lain.
ES berada di Kendari karena menjalani program magang dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.
Kalung emas yang dikenakan ES dijambret dua pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Akibat tindakan pelaku, ES mengalami luka lecet di leher dan langsung melaporkan kasus pencurian.
Pelaku termasuk nekat lantaran lokasi penjambretan hanya berjarak 3,2 kilometer dari Mapolresta Kendari.
Setelah dilakukan pemeriksaan CCTV, pelaku berinisial YM (22) ditangkap pada Jumat (26/9/2025).
Berdasarkan keterangan YM, kalung emas telah dijual seharga Rp3,8 juta dan ia mendapat uang Rp800 ribu.
Sisa uang sebesar Rp3 juta dibawa pelaku utama berinisial HI.
HI merupakan pria yang tak memiliki pekerjaan tetap sehingga menggunakan uang pencurian untuk judi online.
HI sempat melawan saat ditangkap di Jalan Osumentundu, Kecamatan Puuwatu, Kendari sehingga dilakukan tindakan tegas terukur, Kamis (2/10/2025).
Baca juga: VIRAL Pengeroyokan Pasien RSJ di Tulungagung, Dugaan Percobaan Pencurian Picu Aksi Massa
Kasus ini mendapat perhatian karena melibatkan warga negara asing.
Setelah ditelusuri, HI sempat melakukan aksi penjambretan dengan korban ibu-ibu yang pulang dari gereja di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Mandonga, Kendari pada Minggu (27/7/2025).
Aksi penjambretan juga dilakukan menggunakan sepeda motor saat korban lengah.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menerangkan korban terjatuh kehilangan kalung emasnya.